Pages

Minggu, 31 Agustus 2014

Rapalan Wirid Para Malaikat Hamalatul Arsy

WIRID PARA MALAIKAT HAMALATUL ‘ARSY

Salam takzim kepada poro sesepuh dan sedulur serta segenap keluarga besar KWA dimanapun saudara berada. Pada artikel saya yang pertama kalinya ini, izinkan saya yang faqir ilmu ini untuk menulis salah satu Wirid Para Malaikat Hamalatul ‘Arsy (Wirid Para Malaikat Penyangga Singgasana Allah SWT). Inilah wiridnya:
BISMILLAAHI ROBBIYALLOOH, HASBIYALLOOHU TAWAKKALTU ALALLOOH, I’TASHOMTU BILLAAH, FAW WADHTU AMRII ILALLOOH, MAASYAA ALLOOH, LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH.
ARTINYA: “DENGAN MENYEBUT NAMA ALLAH, TUHANKU ADALAH ALLAH, YANG MENCUKUPIKU ADALAH ALLAH, AKU BERPASRAH DIRI KEPADA ALLAH, AKU BERLINDUNG DIRI KEPADA ALLAH, AKU PASRAHKAN URUSANKU KEPADA ALLAH, APA YANG ALLAH KEHENDAKI PASTI AKAN TERJADI, TIADA KEKUATAN KECUALI DENGAN PERTOLONGAN ALLAH.”
Wirid diatas cukup dibaca 3 kali atau 7 kali tiap ba’da sholat fardhu. Insya Allah berfaedah antara lain untuk : membuka tabir khusyuk, perlindungan/benteng keselamatan (dari berbagai serangan baik halus maupun kasar), ketabahan/ketegaran, kerejekian, mempercepat/memudahkan dikabulkannya suatu hajat, pengobatan penyakit (baik medis maupun non medis), dan lain-lainnya.
Khusus untuk pengobatan wirid tersebut dibacakan 100 kali pada segelas air putih (jika ada air zam-zam lebih baik), dan sebelumnya melakukan sholat hajat 2 rakaat pada sepertiga malam, setelah itu dilanjutkan dengan tawassul (tawassulnya yang umum saja/yang sering dibaca oleh pengamalnya), membaca Al-Fatihah 7 kali, Al-Ikhlas 7 kali, Al-Falaq 7 kali, An-Naas 7 kali, Ayat Kursi 7 kali, setelah itu baca wiridnya 100 kali. Lalu airnya diminumkan kepada pasien yang sakit. Amalkan cara ini selama 7 hari berturut-turut.
Selamat mengamalkan bagi yang mau. Tujukan semua ini hanya untuk beribadah dengan ikhlas, sabar, yakin, dan istiqomah semata-mata kepada Allah SWT. Pasrahkan saja hasil seluruh amal dan ibadah lahir serta bathin kita kepada Allah SWT. Niscaya curahan rahmat, hidayah, inayah, karunia, dan ridho-NYA akan selalu menyertai kita semua. Aamiin Yaa Robbal Alamiin. Wass.Wr.Wb.

Rapalan Wirid Penangkis Tenung

WIRID PENANGKIS TENUNG

WIRID UNTUK KESELAMATAN. TENUNG AKAN RONTOK DENGAN WIRID INI. DIWIRID USAI SHOLAT SUBUH 11 X DAN USAI SHOLAT FARDHU LAIN 1 X. EFEKTIF JUGA UNTUK MENGOBATI TENUNG DENGAN CARA WIRID DIBACA 11 X KEMUDIAN DITIUPKAN KE AIR. AIR TERSEBUT DIMINUMKAN KE ORANG YANG KENA TENUNG.

Rapalan Wirid Peneguh Iman

WIRID PENEGUH IMAN

Assalamualaikum wr wb. Ini adalah doa yang dilafadzkan oleh para pemuda yang tinggal di gua (Ashabul kahfi) selama 309 tahun qomariyah. Bila kita istiqomah berdoa sebagaimana para pemuda istimewa ini, insya allah kita akan diberikan keteguhan iman, kemuliaan dan keberkahan dari Allah SWT.  Berikut wiridnya yang boleh dilafadzkan kapan saja dan dimana saja:
AUDZUBILLAHIMINASYAITONIRROJIM 3 X

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM 3 X
Wirid Pertama
ROBBANAA AATINAA MIN LADUNKA ROHMATAN WAHAYYI’ LANAA MIN AMRINAA ROSYADAAN  3 X
“Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami.”  (QS Al Kahfi ayat 10)
Wirid Kedua
ROBBUNAA ROBBUSSAMAAWAATI WAAL ARDHI LAN NAD’UWA MIN DUUNIHI ILAAHAN LAQOD QULNAA IDZAN SYATHOTHAAN 3 X
“Tuhan kami adalah Tuhan seluruh langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran”. (QS Al Kahfi ayat 14)
Wirid ketiga
ALLAAHU A’LAMU BIMAA LABITSUU LAHU GHOYBUSSAMAAWAATI WAAL-ARDHI ABSHIR BIHI WA ASMI’ MAA LAHUM MIN DUUNIHI MIN WALIYYIN WALAA YUSYRIKU FII HUKMIHI AHADAAN 3 X
“Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal, kepunyaan-Nya-lah semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya; tak ada seorang pelindungpun bagi mereka selain dari pada-Nya; dan Dia tidak mengambil seorangpun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan” (QS Al Kahfi ayat 26)
ALHAMDULILLAHIRROBILALAMIN 3 X
Wirid selesai dan demikianlah apa yang kami sampaikan. Bila ada benarnya semata-mata datang dari Allah ta’ala dan bila ada kesalahan itu berasal dari saya pribadi. Terima kasih dan salam paseduluran. Wassalamualaikum wr wb. Rahayu rahayu rahayu…

Rapalan Wirid Pengobatan Syadzili

WIRID PENGOBATAN SYADZILI

Sakit adalah kondisi yang tidak kita kehendaki. Apabila ada saudara, tetangga, teman, orang lain dan juga diri kita sendiri mengalami sakit maka akan lebih mulia apabila kita berupaya untuk mengobatinya. Selain upaya medis dengan perawatan dokter, maka akan lebih substansial kita mengobati penyakit dengan upaya batin.
Cara mengadakan upaya batin untuk mengobati sakit adalah meminta kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar si sakit diberi kesembuhan. Kita berharap dan hanya Tuhan yang menentukan harapan kita. Laksanaka sholat tahajud atau sholat malam dengan jumlah rakaat yang sesuai dengan kemampuan. Lalu baca wirid SYEKH ABU HASAN AL SYADZILI, pendiri tarikat Syadziliah berikut ini dengan khusyuk satu kali.
“YA WASI’U YA ALIIMU YA DZAL FADLIL ADHIIMI ANTA RABBI WA ILMUKA KHASBI IN TAMSISNI BIDHURRAN FALAA KAASIFA LAHU ILLA ANTA WAIN TARUDDUNII BIKHAIRIN FALAA RADDA LIFADZLIKA TUSHIIBU BIRAHMATIKA MAN TASYAA’U MIN IBADDIKA ANTAL QHAFUURURRAHIIM”
“Ya, Allah, wahai Dzat Yang Maha Melapangkan, wahai Dzat Yang Maha Mengetahui, wahai Dzat Yang Maha Memiliki anugerah keutamaan yang agung. Engkau adalah Tuhanku, dan cukuplah bagiku ilmu-Mu. Jika aku ditimpa penyakit, maka tiada yang bisa mengobati selain Engkau. Jika Engkau memulihkan kondisiku, maka tiada seorang pun yang bisa mengambil alih anugerah-Mu. Engkau curahkan rahmat kasih-Mu pada orang yang Engkau kehendaki dari hamba-hamba-Mu, dan Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Rapalan Wirid Perubah Nasib

WIRID PERUBAH NASIB


WIRID INI DIGUNAKAN UNTUK MENGUBAH KEADAAN YANG DIRASA BURUK MENJADI BAIK.  DIBACA SETELAH SHOLAT FARDHU 1 X ATAU SELESAI SHOLAT TAHAJUD.

Selasa, 26 Agustus 2014

Rapalan Wirid Ramadhan Bagi Pengamal Ilmu Hikmah


WIRID RAMADHAN BAGI PENGAMAL ILMU HIKMAH

WIRID BAGUS DIAMALKAN SAAT RAMADHAN MAUPUN SETELAH RAMADHAN…
Ramadhan adalah bulan yang mulia. Kita isi sebulan penuh dengan kesibukan untuk beribadah, salah satu ibadah yaitu Puasa Ramadhan yang merupakan rukun keempat dalam Islam. Firman Allah Ta’ala : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. “(Al-Baqarah: 183).
Sabda Nabi Islam didirikan di atas lima sendi, yaitu: syahadat tiada sembahan yang haq selain Allah dan Muhammad adalah rasul Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji ke Baitul Haram. “
Ibadah puasa merupakan salah satu sarana penting untuk mencapai takwa, dan salah satu sebab untuk mendapatkan ampunan dosa-dosa, pelipatgandaan kebaikan, dan pengangkatan derajat. Allah telah menjadikan ibadah puasa khusus untuk diri-Nya dari amal-amal ibadah lainnya. Firman Allah dalam hadits yang disampaikan oleh Nabi: “Puasa itu untuk-Ku dan Aku langsung membalasnya. Orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang berpuasa lebih harum dari pada aroma kesturi.”
Dan sabda Nabi : “Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Maka untuk memperoleh ampunan dengan puasa Ramadhan, harus ada dua syarat berikut ini: Mengimani dengan benar akan kewajiban ini dan Mengharap ridho Allah Ta ‘ala.
Pada bulan Ramadhan diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia dan berisi keterangan-keterangan tentang petunjuk dan pembeda antara yang haq dan yang bathil.
Pada bulan ini disunatkan shalat tarawih, yakni shalat malam pada bulan Ramadhan, untuk mengikuti jejak Nabi, para sahabat dan Khulafaur Rasyidin. Sabda Nabi: “Barangsiapa mendirikan shalat malam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah) niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. “
Pada bulan ini terdapat Lailatul Qadar (malam mulia), yaitu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, atau sama dengan 83 tahun 4 bulan. Malam di mana pintu-pintu langit dibukakan, do’a dikabulkan, dan segala takdir yang terjadi pada tahun itu ditentukan. Sabda Nabi :
“Barangsiapa mendirikan shalatpada Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, dari Allah niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. “
Malam ini terdapat pada sepuluh malam terakhir, dan diharapkan pada malam-malam ganjil lebih kuat daripada di malam-malam lainnya. Karena itu, seyogianya seorang muslim yang senantiasa mengharap rahmat Allah dan takut dari siksa-Nya, memanfaatkan kesempatan pada malam-malam itu dengan bersungguh-sungguh pada setiap malam dari kesepuluh malam tersebut dengan shalat, membaca Al-Qur’anul Karim, dzikir, do’a, istighfar dan taubat yang sebenar-benamya. Semoga Allah menerima amal ibadah kita, mengampuni, merahmati, dan mengabulkan do’a kita.
Pada bulan ini terjadi peristiwa besar yaitu Perang Badar, yang pada keesokan harinya Allah membedakan antara yang haq dan yang bathil, sehingga menanglah Islam dan kaum muslimin serta hancurlah syirik dan kaum musyrikin.
Pada bulan suci ini terjadi pembebasan kota Makkah Al-Mukarramah, dan Allah memenangkan Rasul-Nya, sehingga masuklah manusia ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong dan Rasulullah menghancurkan syirik dan paganisme (keberhalaan) yang terdapat di kota Makkah, dan Makkah pun menjadi negeri Islam.
Pada bulan ini pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu Neraka ditutup dan para setan diikat.
Betapa banyak berkah dan kebaikan yang terdapat dalam bulan Ramadhan. Maka kita wajib memanfaatkan kesempatan ini untuk bertaubat kepada Allah dengan sebenar-benarnya dan beramal shalih, semoga kita termasuk orang-orang yang diterima amalnya dan beruntung.
Perlu diingat, bahwa ada sebagian orang –semoga Allah menunjukinya- mungkin berpuasa tetapi tidak shalat, atau hanya shalat pada bulan Ramadhan saja. Orang seperti ini tidak berguna baginya puasa, haji, maupun zakat. Karena shalat adalah sendi agama Islam yang ia tidak dapat tegak kecuali dengannya. Sabda Nabi : “Jibril datang kepadaku dan berkata, ‘Wahai Muhammad, siapa yang menjumpai bulan Ramadhan, namun setelah bulan itu habis dan ia tidak mendapat ampunan, maka jika mati ia masuk Neraka. Semoga Allah menjauhkannya. Katakan: Amin!. Aku pun mengatakan: Amin.”
Maka seyogianya waktu-waktu pada bulan Ramadhan dipergunakan untuk berbagai amal kebaikan, seperti shalat, sedekah, membaca Al-Qur’an, dzikir, do’a dan istighfar. Ramadhan adalah kesempatan untuk menanam bagi para hamba Ailah, untuk membersihkan hati mereka dari kerusakan.
Berikut amalan dzikir untuk penggemar ilmu hikmah…
===WIRID PAGI ===
Waktunya: Waktu Utama seusai shalat subuh sampai masuk waktu dzuhur. Bagi orang yang memiliki halangan dari dzuhur hingga masuk waktu maghrib.
Bacaannya:
Membaca Istighfar sebanyak 100 kali
Membaca shalawat Nabi 100 kali dengan lafadz apa saja, khususnya Shalawat Fatih.
Membaca Hailalah 100 kali
sholawat fatih:
sholawat-al-fatih-pembuka-kwa
===WIRID SORE===
Waktu Utama atau Pilihan: Seusai shalat ashar hingga masuk waktu maghrib.
Waktu darurat mulai setelah shalat isya’ hingga terbit fajar, selepas itu ia menjadi hukum qadla’.
Diperbolehkan membaca wirid pagi di malam hari tanpa udzur atau halangan. Kira-kira disaat seseorang dapat membaca al-Qur’an sebanyak dua juz setengah dan manusia pada tidur, hal ini harus didahului dengan shalat isya’ terlebih dahulu.
Apabila telah masuk waktu shalat subuh, dan tersisa satu bacaan hailalah sekalipun, selesaikanlah bacaan tersebut dan ulangi bacaan wirid tersebut pada waktunya. Bacaan yang pertama tadi hukumnya menjadi sebuah nafilah atau sunnah.
Tidak diperbolehkan mengedepankan waktu membaca wirid sore ke siang hari, walaupun ada halangan, kecuali ia menjama’ taqdiem solat dzuhur dan ashar, bolehlah baginya membaca wirid ini setelah Shalat ashar yang di jama’ tadi. Boleh mengedepankan waktunya pada malam hari apabila ada hajat yang tidak dapat dielakkan dan menghabiskan waktu utama atau pilihan, akan tetapi harus mendahulukan awrad pagi. Dikhusukannya pada malam hari karena ibadah di malam hari lebih besar “powernya” dibandingkan siang hari.
Bacaannya:
Membaca istighfar sebanyak 30 kali
Membaca shalawat fatih sebanyak 50 kali.
Membaca Hailalah sebanyak 100 kali
Membaca shalawat Jawharatul Kamal sebanyak 12 kali
sholawat jauharatul kamal:
sholawat-jauratul - kamal - kwa
Diantara syarat-syarat sempurnanya membaca shalawat Jauharatul Kamal, membentangkan kain bersih pada bacaan ketujuh, bertujuan agar yang sedang berdzikir berada pada posisi yang lapang dan benar-benar suci sehingga hati jernih.
Barangsiapa yang sedang berkhalwat menyendiri di suatu tempat dan tempatnya sempit, yang hanya cukup untuk satu orang, maka boleh membaca shalawat Jauharatul Kamal.
Hailalah setelah shalat ashar pada hari jum’at, kira-kira satu jam sebelum terbenamnya matahari. Boleh juga seseorang membaca hailalah ini dengan menggunakan hitungan, mulai dari 1000 hingga 1600 atau bisa juga tanpa menghitungnya.
Bacaan hailalah yang menyambung dengan terbenamnya matahari ini bertepatan dengan waktu mustajab do’a pada hari jum’at yang disebutkan oleh Nabi Muhammad Saw dalam hadist-hadistnya dan ditetapkan oleh sebagian sahabat Ra bahwa waktu doa mustajab ialah pada akhir waktu dari hari jum’at.

Rapalan Wirid Rezeki Barokah

WIRID REZEKI BAROKAH

Bismillahirrohmanirrohim, dengan memohon ridho Allah SWT, saya ijazahkan amalan wirid agar rezeki senantiasa mengalir barokah.
BISMILLAHIRROHMANIRROHIM…
WA ANNAHU HUWA AGNA WA AGNA 313 X
Dan sesungguhnya DIA yang memberikan kekayaan dan kecukupan
Semoga bermanfaat.

WIRID REZEKI BAROKAH


WIRID YANG EFEKTIF MEMOHON REZEKI YANG HALAL DAN BAROKAH. DIWIRID USAI SHOLAT SUBUH 7 X DAN SHOLAT FARDU LAINNYA 1 X.