Pages

Minggu, 29 Agustus 2010

pelet mahabbah sulthoniyah

GUS SANTRI
muhammadmubarok17@gmail.com

Assalamu’alaikum, salam hormat takdzim dan menjura dalam kepada Ki Wong Alus, Sang Rektor KWA. Perkenankanlah saya memberikan ijazah MAHABBAH SULTHONIYAH yang sudah lama saya janjikan kepada panjenengan dan para sedulur yang membutuhkan.

MAHABBAH SULTHONIYAH adalah sebuah amalan mahabbah umum agar dicintai orang banyak dan diberi kewibawaan. Digunakan ketika akan tampil di muka umum seperti berpidato bg Muballigh,mengajar bg Guru atau Ustadz, bercakap cakap dg siapapun.

Pengamalnya dg izin ALLAH akan mudah menyampaikan maksudnya, didengarkan, dicintai, dan dijaga dr hal hal yg tidak pas atau merugikan diri sendiri. Mengapa disebut SULTHONIYAH yg berarti KESULTANAN atau KERAJAAN karena ilmu seperti ini sangat dibutuhkan bg para pemimpin khususnya SULTAN atau RAJA agar selalu dicintai rakyatnya. Alasan kedua, karena adanya lafadz SULTHON dalam ayat yg diamalkan.

AMALAN MAHABBAH SULTHONIYAH:

Berpuasa biasa selama seminggu, mutih lebih baik. Selama puasa mewiridkan ayat MAHABBAH SULTHONIYAH 7X setelah sholat lima waktu. Setelah selesai puasa dilanjutkan terus amalannya secara istiqomah selamanya. Minimal setelah subuh dan maghrib. Berikut wiridnya:

1. Hadiah alfatihah masing2 satu kali kepada NABI MUHAMMAD SAW, NABI IBROHIM AS, NABI ISMA’IL AS, NABI DAWUD AS, NABI SULAIMAN AS, NABI YUSUF AS, PARA NABI DAN ROSUL, PARA MALAIKAT KHUSUSNYA JIBRIL MIKAIL ISROFIL ‘IZROIL, SEMUA SAHABAT NABI KHUSUS ABU BAKAR ‘UMAR BIN KHOTOB UTSMAN BIN AFFAN ALIBIN ABI THOLIB, SYEKH ‘ABDUL QODIR AL JAILANI, WALI SONGO, ABI WA UMI, K YUSUF DAWUD KEDIRI, MAN AJAZANI, ORANG ORANG YANG DIHADAPI ATAU DITUJU

2. Membaca ayat MAHABBAH SULTHONIYAH, yakni surat Bani Isra’il/Al Isra’, juz 15, ayat 80:

WA QUR ROBBI ADKHILNII MUDKHOLA SHIDQIW WA AKHRIJNII MUKHROJA SHIDQIW WAJ’AL LII MIL LADUNGKA SHULTHOONAN NASHIIROO 7X

Amalan diatas saya dapat dari K YUSUF DAWUD, pengasuh PP TARBIYATUL QUR’AN KEDIRI. Beliau jg merupakan sesepuh JAM’IYYATUL QURRO’ WAL HUFFADZ TK NASIONAL INDONESIA.
Saya sendiri jg selalu mengamalkan wirid tersebut. Dan saya ajarkan pada santri santri yg belajar di pesantren kami. Mudah mudahan manfa’at dan barokah..
Wassalamu’alaikum wr wb.

Aji ni bragola

Ajian kekebalan yang ampuh untuk pertahahanan diri. Kebal tembakan bedil, senjata tajam apapun tidak mempan dan menguatkan badan dengan energi yang berlipat ganda. Cara mendapatkan ajian ini: Puasa mutih 7 hari 7 malam ditambah pati geni sehari semalam. Mantranya sebagai berikut:

NI BRAGOLA, AREP MENYANG NGENDI SIRA, AREP NGLELANA MARING MEKAH MADINAH ANA GAWE SALAT SEMBAHYANG, DEN BEDIL KONTAL, DEN JARA MLURUT DEN TUMBAK MESEM DEN TATAH LATAH LATAH, TEGUH ALOT TEGUH ROSA SAKING ALLAH LA ILAHA ILALLAH, MUHAMMAD RASULULLAH.

Aji panca sona

Rahwana adalah tokoh antagonis simbol kejahatan musuh Sri Rama, penjelmaan Dewa Wisnu simbol kebaikan. Ia Raja Alengka yang berjenis raksasa yang digambarkan memiliki sepuluh kepala, menunjukkan bahwa ia memiliki banyak pengetahuan duniai serta kebijaksanaan. Karena punya sepuluh kepala ia diberi nama “Dasamukha” (bermuka sepuluh), “Dasagriva” (berleher sepuluh) dan “Dasakanta” (berkerongkongan sepuluh). Ia juga memiliki dua puluh tangan, menunjukkan kesombongan dan kemauan yang tak terbatas.

Dalam sastra Hindu Ramayana, dipaparkan Ibu Rahwana bernama Kaikesi, seorang puteri Raja Detya bernama Sumali. Sumali memperoleh anugerah dari Brahma sehingga ia mampu menaklukkan para raja dunia. Sumali berpesan kepada kaikesi agar ia menikah dengan orang yang istimewa di dunia. Di antara para resi, kaikesi memilih Wisrawa sebagai pasangannya. Wisrawa memperingati kaikesi bahwa bercinta di waktu yang tak tepat akan membuat anak mereka menjadi jahat, namun kaikesi menerimanya meskipun diperingatkan demikian. Akhirnya, Rahwana lahir dengan kepribadian setengah brahmana, setengah rakshasa. Saat lahir, Rahwana diberi nama “Dasanana” atau “Dasagriwa”, dan memiliki sepuluh kepala. Beberapa alasan menjelaskan bahwa sepuluh kepala tersebut adalah pantulan dari permata pada kalung yang diberikan ayahnya sewaktu lahir, atau ada yang menjelaskan bahwa sepuluh kepala tersebut adalah simbol bahwa Rahwana memiliki kekuatan sepuluh tokoh tertentu.

Saat masih muda, suatu ketika Rahwana bertapa memuja Dewa Brahma selama bertahun-tahun. Karena berkenan dengan pemujaannya, brahma muncul dan mempersilakan Rahwana mengajukan permohonan. Mendapat kesempatan tersebut, Rahwana memohon agar ia hidup abadi, namun permohonan tersebut ditolak oleh Brahma. Sebagai gantinya, Rahwana memohon agar ia kebal terhadap segala serangan dan selalu unggul di antara para dewa, makhluk surgawi, rakshasa, detya, danawa, segala naga dan makhluk buas. Karena menganggap remeh manusia, ia tidak memohon agar unggul terhadap mereka. Mendengar permohonan tersebut, Brahma mengabulkannya, dan menambahkan kepandaian menggunakan senjata dewa dan ilmu sihir.

Dengan kekuatan yang diperolehnya, Rahwana melakukan penyerangan untuk menaklukkan ras manusia, makhluk jahat (asura – rakshasa – detya – danawa), dan makhluk surgawi. Setelah menaklukkan Patala (dunia bawah tanah), ia mengangkat Ahirawan sebagai raja. Rahwana sendiri menguasai ras asura di tiga dunia. Karena tidak mampu mengalahkan Wangsa Niwatakawaca dan Kalakeya, ia menjalin persahabatan dengan mereka. Setelah menaklukkan para raja dunia, ia mengadakan upacara yang layak dan dirinya diangkat sebagai Maharaja. Oleh karena Kubera telah menghina tindakan Rahwana yang kejam dan tamak, Rahwana mengerahkan pasukannya menyerbu kediaman para dewa, dan menaklukkan banyak dewa. Lalu ia mencari Kubera dan menyiksanya secara khusus.

Dengan kekuatannya, ia menaklukkan banyak dewa, makhluk surgawi, dan bangsa naga. Selain terkenal sebagai penakluk tiga dunia, Rahwana juga terkenal akan petualangannya menaklukkan para wanita. Rahwana memiliki banyak istri, yang paling terkenal adalah Mandodari, putera Mayasura dengan seorang bidadari bernama Hema. Ramayana mendeskripsikan bahwa istana Rahwana dipenuhi oleh para wanita cantik yang berasal dari berbagai penjuru dunia. Dalam Ramayana juga dideskripsikan bahwa di Alengka, semua wanita merasa beruntung apabila Rahwana menikahinya. Dua legenda terkenal menceritakan kisah pertemuan Rahwana dengan wanita istimewa. Wanita istimewa pertama adalah Wedawati, seorang pertapa wanita.

Wedawati mengadakan pemujaan ke hadapan Wisnu agar ia diterima menjadi istrinya. Ketika Rahwana melihat kecantikan Wedawati, hatinya terpikat dan ingin menikahinya. Ia meminta Wedawati untuk menghentikan pemujaannya dan ia merayu Wedawati agar bersedia untuk menikahinya. Karena Wedawati menolak, Rahwana mencoba untuk melarikannya. Kemudian Wedawati bersumpah bahwa ia akan lahir kembali sebagai penyebab kematian Rahwana. Setelah berkata demikian, Wedawati membuat api unggun dan menceburkan diri ke dalamnya. Bertahun-tahun kemudian ia bereinkarnasi sebagai Sita, yang diculik oleh Rahwana sehingga Rama turun tangan dan membunuh Rahwana.

Tindakan Rahwana mengundang kemarahan Rama. Dengan bantuan dari raja wanara bernama Sugriwa, Rama menggempur Alengka. Untuk mengantisipasi serangan Rama, Rahwana mengirimkan pasukan terbaiknya yang dipimpin oleh raksasa-raksasa kuat. Serangan pertama dilakukan oleh Hanoman pada saat ia datang ke Alengka sebagai mata-mata untuk menemui Sita. Dalam pertempuran tersebut, putera Rahwana yang bernama Aksayakumara gugur. Dalam pertempuran selanjutnya, para menteri dan kerabat Rahwana gugur satu persatu, termasuk Indrajit putera Rahwana dan Kumbakarna adik Rahwana.

Pada hari pertempuran terakhir, Rahwana maju ke medan perang sendirian dengan menaiki kereta kencana yang ditarik delapan ekor kuda terpilih. Ketika ia keluar dari Alengka, langit menjadi gelap oleh gerhana matahari yang tak terduga. Beberapa orang berkata bahwa itu merupakan pertanda buruk bagi Rahwana yang tidak menghiraukannya sama sekali. Pertempuran terakhir antara Rama dengan Rahwana berlangsung dengan sengit. Pada pertempuran itu, Rama menaiki kereta Indra dari sorga, yang dikemudikan oleh Matali. Setiap Rama mengirimkan senjatanya untuk menghancurkan Rahwana, raksasa tersebut selalu dapat bangkit kembali sehingga membuat Rama kewalahan.

Untuk mengakhiri riwayat Rahwana, Rama menggunakan senjata Brahmastra yang tidak biasa. Senjata tersebut menembus dada Rahwana dan merenggut nyawanya seketika. Dalam mitologi Ramayana, diceriterakan bahwa Rahwana tidak mampu dibunuh meski badannya dihancurkan sekalipun, sebab ia menguasai ajian Rawarontek serta Pancasona. Untuk mengakhiri riwayat Rahwana, Rama menggunakan senjata sakti yang dapat berbicara bernama Kyai Dangu. Senjata tersebut mengikuti kemana pun Rahwana pergi untuk menyayat kulitnya. Setelah Rahwana tersiksa oleh serangan Kyai Dangu, ia memutuskan untuk bersembunyi di antara dua gunung kembar. Saat ia bersembunyi, perlahan-lahan kedua gunung itu menghimpit badan Rahwana sehingga raja raksasa itu tidak berkutik.

Menurut cerita, kedua gunung tersebut adalah kepala dari Sondara dan Sondari, yaitu putera kembar Rahwana yang dibunuh untuk mengelabui Sita. Demikian sedikit kisah kesaktian Rahwana. Sebagaimana ajian lainnya yang sudah mengalami modifikasi dari era Hindu ke era Islam, ajian pancasona juga mendapat sentuhan nafas Islam.

Syarat lakunya: Puasa sunnah Senin dan Kamis selama 7 bulan. Setelah selesai 3 hari berikutnya dilanjutkan puasa sunnah 40 hari. Malam terakhirnya hari ke 41-nya patigeni sehari semalam (tidak makan, tidak tidur) dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil. Selama puasa setiap selesai sholat fardhu ajian dibaca 21 kali. Malamnya melakukan sholat sunat hajat, memohon ajian ini. Setelah selesai ajiannya dibaca sebanyak 75 kali. Sebelum mengerjakan sholat sunat hajat diwajibkan mandi keramas yang airnya sudah diberi mantra keramas 21 kali. Setelah selesai mengerjakan puasa, setiap hari sehabis sholat mantranya dibaca 3 kali. Mantranya sebagai berikut:

“BISMILLAHIRROHMANIRROHIIM, NIYAT INGSUN AMATEK AJIKU AJI PANCASONA, ANA WIYAT JRONING BUMI, SURYA MURUB ING BANTALA, BUMI SAP PITU, ANELAHI SABUWANA, RAHINA TAN KENA WENGI, URIP TAN KENANING PATI, INGSUN PANGAWAK JAGAD, MATI ORA MATI, TLINCENG GENI TANPA KUKUS, CENG, CLELENG 2X KASANGGA IBU PERTIWI, TANGKI DEWE, URIP DEWE ANING JAGAD, MUSTIKA LANANGING, JAYA, HEM, AKU SI PANCASONA, RATUNE NYAWA SAKALIR.

Aji pangleyakan sanghyang sarasajiwa maya

Kiriman Pembaca Sdr. Saphiae

Lontar Aji Pangleyakan menunjukkan tentang cara orang nglekas sesuai dengan ilmu yang dipakainya. Demikian misalnya, kalau orang nglekas pakai Aji Pangleyakan Sanghyang Sarasija Maya Hireng , ia memerlukan peralatan ritual atau sesajen, antara lain sebuah nasi tumpeng berwarna hitam, seekor ayam panggang berbulu hitam, sebelas buah canang gantal, canang lengawangi, canang buratwangi, pasepan, dan tempat meletakkan sesajen, yakni sanggah cucuk.

Ritual tersebut dilakukan di kuburan, yakni pada bagian kuburan yang biasanya dipakai tempat membakar mayat yang disebut pangluangan. Ritual dilakukan pada saat tengah malam. Pada saat melaksanakan ritual orang harus menghadap ke sanggah cucuk , sambil mengucapkan mantra sebagai berikut :

Mantra Aji Pangleyakan Sanghyang Sarasija Maya sebagai berikut:

HIDEP AKU SANGHYANG MAYA HIRENG. MELANG-MELANG KADI INDIT. WIJIL GENI HIRENG RING WUWUNANKU. DUMILAH KADI TATHIT. MANGEDEG AKU MAREP WETAN. MANEMBAH KI LEYAK PUTIH RING AKU, MANGADEG AKU MAREP KIDUL, MANEMBAH KI LEYAK ABANG RING AKU. MANGADEG AKU MAREP KULON, MANEMBAH KI LEYAK KUNING RING AKU.
MANGADEG AKU MAREP LOR, MANEMBAH KI LEYAK HIRENG RING AKU.
GURUN TA MAGURU RING AKU. APAN AKU SANGHYANG KUNDHI MANIK
HIRENG. MANGADEG AKU TAN PATALAPAKAN. MIBER AKU TAN PAHELAR. TAN HANA JURANG, TAN HANA PNGKUNG, TEKA ASAH, ASAH, ASAH. AKU ANGADEG TENGAH ING TAN HANA. SARWA DETYA, DANAWA, RAKSASA, SARWA DEWA, WIDYADARA-WIDYADARI, RUMANGSUK RING AWAK SARIRANKU, AKU ANGRANGSUK SARWA AENG, SARWA GALAK. SINGHA RING TANGANKU TENGEN.
BARONG RING TANGANKU KIWA. GARUDA RING AREPKU. NAGA RING
WUNGKURKU SING ANELENG AWAK SASIRANKU PADA NGEB. TEKA NGEB SIREP KUKUL DUNGKUL KE SATRU MUSUHKU KABEH. KUMATAP-KUMITIP NGEB. SING MATANGAN, MASOCA. MAKARNA, MAHIRUNG, MACANGKEM, PADA NGEB.
TAN KWASA NGUCAP-UCAP AWAK SAIRANKU. PAMEDHI NGEB. PANUNGGUN KARANG NGEB. TONYAN MARGA NGEB. ASU NGEB. SING MARA PADA BEGA. MANAK I CILI MANANDAN. SAKTI KAMAJAYA. MARGA KITA RING GAGELANG, MULIH NGAMBAH KABETEN LANGKANGANE. SIREP BUNGKEM SASTRU MUSUHKU WONG KABEH. TAN KWASA NGUCAP -UCAP AWAK SARIRANKU. POMA, POMA, POMA.

Dengan melakukan ritual tersebut seseorang bisa menjadi leyak. Wujudnya tercermin dari isi mantra yang diucapkan, sebab mantra tersebut berisi gambarran tentang wujud leyak yang diinginkannya. Sesuai dengan isi mantra itu, maka wujud leyak dari Aji Pangleyakan Sanghyang Sarasija Maya Hireng adalah manusia berwajah angker dan galak.

Ia mampu berdiri tanpa menyentuh tanah dan mampu terbang tanpa sayap, serta tidak ada lembah dan bukit yang sanggup enghalanginya. Kepalanya mengeluarkan api hitam yang disertai oleh percikan-percikan api laksana kilat. Apabila ia berdiri menghadap ke timur, leyak yang mengeluarkan api putih akan menyembah, bila ia berdiri menghadap ke selatan, semua leyak yang mengeluarkan api merah akan menyembah, bila ia berdiri menghadap ke barat, semua leyak yang mengeluarkan api kuning akan menyembah, dan kalau ia menghadap ke utara, semua leyak yang mengeluarkan api hitam akan menyembah. Semua leyak takut dan berguru kepadanya. Raksasa, bidadari, dan dewa takut kepadanya.

Semua mahkluk hidup yang bertangan, bermata, bertelinga, berhidung dan bermulut merasa ketakutan dan tidur lelap karena terpengaruh oleh ilmu sihirnya. Anjing yang suka menggonggong di malam hari juga akan tertidur pulas. Apabila ada orang yang memergokinya, maka dia akan bungkam dan tidak bisa bergerak karena tidak memiliki tenaga. Dengan demikian leyak tersebut akan dapat dengan mudah melakukan aksinya.

Aji panglimunan

Diciptakan untuk dijalani. Diciptakan untuk dicoba dan berhasil. Inilah prinsip siswa perguruan olah batin. Bagaimanapun juga diciptakannya banyak ajian oleh para leluhur kita dulu tidak hanya untuk menjadi perbendaharaan ilmu kesaktian saja. Namun, berbagai ajian itu diciptakan agar dilakoni/dijalani dan memberikan kemanfaatan.

Pada suatu kurun waktu, adalah sebuah suratan takdir bila seseorang harus mengalami sebuah kejadian yang tidak diharapkannya. Misalnya, apa yang dialami oleh nenek atau kakek kita dulu, atau simbahnya kakek atau nenek kita dulu. Kalau di suruh memilih, mungkin mereka akan memilih hidup di jaman sekarang yang serba enak dan mudah. Namun, karena takdir akhirnya mereka harus dilahirkan pada jaman peperangan, jaman sengsara, jaman dimana seleksi alam berlaku: yang kuat akan menang dan yang lemah akan kalah.

Dalam khasanah perbendaharaan ilmu kesaktian Jawa, kita mengenal Aji Panglimuman. Pemilik ajian ini benar-bila bisa menghilang dari pandangan mata sehingga tidak bisa dideteksi keberadaannya. Para pendekar yang memiliki aji panglimunan dipastikan mereka yang ilmu kesaktiannya sudah sampai tataran tinggi. Olah rasa/batinnya sudah benar-benar bisa dibuktikan. Sebab ajian ini sebenarnya untuk njangkepi/melengkapi semua ajian yang sudah ada.

Ajian panglimunan adalah jenis ajian yang tidak digunakan untuk menyerang, namun untuk menghindar dari serangan fisik dan metafisik. Maka sifat Aji panglimunan ini adalah untuk bertahan dan menjauh tanpa diketahui oleh pihak lawan. Meskipun begitu, Aji Panglimunan juga bisa digunakan untuk memasuki wilayah-wilayah musuh untuk mencuri informasi penyerangan. Maka ajian ini cocok untuk para telik sandi namun tidak boleh digunakan untuk mencuri. Sebab, bila digunakan untuk mencuri untuk kepentingan pribadi, maka si pemiliknya akan mendapatkan celaka.

Untuk mendapatkan ajian langka ini, para murid paguron harus melaksanakan laku sebgai berikut: Puasa ngebleng 7 hari 7 malam, dimulai pada hari Selasa Kliwon. Mantra ajian ini sebagai berikut:

“Sir ora katon, sirep berkat saking nabi Muhammad la illaha illallahu yahu anta anta hem, iyo iyo hum nasrum hu allah”

Setelah usai menjalani laku, pagi harinya saat matahari terbit para murid ini merapalkan mantra aji panglimunan dan membuktikan apakah mereka sudah bisa menghilang dengan cara melihat bayangannya sendiri. Tanda-tanda ajian ini sudah bekerja dengan baik adalah bila tubuhnya sudah tidak ada bayangannya lagi. Ini artinya mata manusia biasa sudah tidak bisa melihat dirinya lagi.

Namun, bila belum berhasil menghilangkan tubuh, itu berarti dia masih belum menguasai aji panglimunan dan harus kembali menjalani laku puasa ngebleng dari awal.

Bila sudah berhasil menguasai ajian hebat ini termasuk juga ajian lin, oleh para leluhur kita disarankan untuk menggunakannya dengan bijaksana yang disertai dengan sikap rendah hati dan mampu menguasai emosi sebaik-baiknya. Bhirawa Anoraga: Perkasa tapi rendah hati. Sebab sebaik-baik manusia adalah manusia yang berbudi luhur dengan memeri kemanfaatan pada sesama, mengayomi/melindungi mereka yang lemah dan tidak menebar permusuhan. Kebaikan pasti akan mengalahkan kejahatan. “Suradira jayadiningrat, lebur dening pangastuti.”

Aji rempg galunggun

Ini ajian dari tanah sunda untuk mengajak makhluk halus agar ikut bergotong royong secara sukarela menolong kita menyelesaikan pekerjaan besar hingga tuntas. Konon, aji ini digunakan Sangkuriang untuk membantu membendung Sungai Citarum dan membuat perahu hanya dalam satu malam saja. Mantranya sebagai berikut:

“BISMILLAH HIROHMANIRROHIIM
REMPUG GUNUNG TI GALUNGGUNG
REMPUG JAMI TI JAKSANI
AWAKING TERUNG NGAMBUNG
PANGMAMANGKEUN SORA AWAKING
KULA IBU NGIMPI NGADU DIPICIS DI LANGIT,
MASANG DI AWANG-AWANG
BOGA HUTANG TEU MAYAR
MAYAR KUTANGGA TILEPAN
SAKURUPUK JADI PUYUH
SAGARAPAK JADI HEULANG
MORO MUNDING JANGGAWATI
MAJAPAHIT
MORO BADAN KAULA….. (SEBUT NAMA ANDA SENDIRI)
RET JLEG SAJAGAT KABEH,
ASHADU ALLA ILAHA ILALLAH
WAASHADU ANNA MUHAMMADARASULULLAH.”

Cara mengamalkannya:
1. Puasa sunnah biasa 7 hari
2. Membaca surat Al-Ikhlas, Alfatihah, dan An-Nas, masing-masing 7 x setelah sholat Maghrib.
4. Melakukan sholat Tahajud selama 17 malam berturut-turut.

Ajian ini bisa aktif bila mantra dibaca sambil menahan nafas menghadap ke Barat.

Pantangannya:
Tidak boleh melanggar aturan agama yaitu melakukan MOLIMO: MADAT, MADON, MATENI, NYOLONG, JUDI. Mengkonsumsi narkoba, bermain wanita, membunuh, mencuri, dan berjudi.

Aji saipi angin

“INGSUN AMATEK AJIKU SI SAIPI ANGIN, LAKUKU INGIRING BARAT LESUS ANGIN PONCOWARNO BAYU BOJRO SINDUNG RIWUT, SAKABEHING KEKAYON KANG KATRAJANG PODHO SOL RUBUH. SAKEDHEP NETRO LAKUKU WUS KEMPUT ING JAGAD WETAN, KULON, KIDUL, LOR. IYO AKU BAYUMU SI KAPI PUTIH TITISE ROH ILAPI KANG NGLIMPUTI JAGAD KABEH”

Ini aji jaya kawijayan yang membuat pemiliknya bisa memiliki kecepatan berlari seperti angin, badan ringan seperti kapas. Bila menempuh perjalanan jauh, hanya memakan waktu beberapa menit saja.

Cara mendapat ajian ini puasa 40 hari, makan dedaunan mentah (tanpa dimasak) tanpa garam. Minumnya air putih. Puasa mulai Sabtu Kliwon. Aji dibaca di muka halaman rumah ketika akan bepergian.

Aji sapu angin

Artikel kiriman sdr Wijanarko

Ini Ajian yang mirip dengan Aji Saipi Angin untuk mempercepat gerakan tubuh dari satu tempat ke tempat lain, tubuhnya ringan dan lincah seperti kera. Bila dia berlari maka secepat kijang dan lompatannya seringan angin. Sangat cocok bila kita amalkan dalam keadaan darurat dan genting dimana kita membutuhkan waktu yang singkat untuk sampai di tempat tujuan.

Amalannya sebagai berikut: 1. Puasa mutih 7 hari dimulai hari Senin atau Kamis dengan niat puasa membaca: NAWAITUS SHAUMA LILLAHI TA’ALA 2. Pada hari ketujuh melakukan pati geni (tidak makan, minum dan tidur) sehari semalam dan berbuka pada jam 06.00 pagi. 3. Selama berpuasa ayat dibaca 7 kali setiap selesai sholat fardhu. 4. Setelah selesai menjalankan puasa, pada hari-hari biasa baca 3 kali setelah selesai sholat subuh dan maghrib 5. Untuk menjalankan ajian ini maka cara menggunakannya adalah ayat dibaca 3 kali di depan rumah saat akan bepergian.

Ayatnya sebagai berikut: WA LAQOD AATAINA DAWUUDA MINNA FADL-LA YAA JIBAALU AWWIBI MA’AHU WATH THOIRO WA ALANNAA LAHUL HADIID.

Aji segoro macan

Ini adalah ajian pelengkap berbagai ajian kesaktian yang dimiliki oleh kalangan pendekar. Ajian ini tidak akan dikeluarkan bila kita tidak terdesak dan tidak dalam kondisi sangat terpaksa.

Sebab bila ajian ini dikeluarkan, maka dengan sekali gertakan maka nyali lawan akan langsung ciut, bertekuk lutut tidak berdaya. Apapun yang kita perintahkan padanya akan menurut seperti kerbau yang sudah dicocok hidungnya.

Untuk memiliki ajian ini, syaratnya adalah puasa mutih 3 hari 3 malam dan patigeni semalam. Puasa dimulai pada hari Jum’at Pahing. Untuk matek aji caranya mudah: baca mantra di bawah ini diucapkan dalam hati. Mantranya sebagai berikut:

ONO KEDHAWANG MIBER ING TAWANG AWANG AWANG, MACAN SEWU ING MRIPATKU, MACAN PUTIH ING DHADHAKU, GELAP NGAMPAR SUWARAKU, DURGO MENDHAK KOLO MENDHAK TEKO KEDHEP TEKO WEDI, TEKO ASIH MUNGSUHKU, KODHENG MADHEP MANUT SAKAREPKU, SOKO KERSANING ALLAH.

Aji sri widara pengasiha khusus wanita

Ini adalah pelet pengasihan khusus milik kaum perempuan. Bagi kaum hawa yang belum memiliki pasangan hidup, disarankan untuk berikhtiar lahir maupun batin. Ikhtiar lahir di antaranya adalah memperbaiki cara berkomunikasi, menata etika sopan santun, penampilan yang bersih dan menarik. Sementara ikhtiar batin di antaranya adalah memiliki pribadi yang mempesona karena kecantikan sejati awalnya dari “dalam” (inner beauty), memiliki sifat “keibuan” dan feminin. Sifat ini secara filosofis sangatlah mulia karena fakta, faktor, fungsi dan peran ibu adalah menjaga keberlangsungan kehidupan manusia, bahkan segala sesuatu yang ada di alam semesta ini lahir dari rahim ibu. Ikhtiar batin selanjutnya adalah memohon pada Tuhan Yang Maha Kuasa agar diberikan jodoh yang baik.

Salah satu ikhtiar batin yang dimiliki kaum perempuan di Jawa adalah memiliki ilmu pelet pengasihan yaitu AJI SRI WIDARA. Cara memiliki ajian ini adalah berpuasa mutih tiga hari. Mulai puasa pada hari Jumat legi dan setiap hari antara jam 00.00 s/d jam 03.00 duduk bersila untuk meditasi dan membaca mantra 3 x ini:

AJIKU SI SRI WIDARA, ESEMKU DEWI SUPRABA, LIRINGKU DEWI RATIH, SING ANDULU SING NDELENG TEKA WELAS ASIH, TEKA TEMEN TEKA KANGEN MENYANG ING JIWAKU, SAKING KERSANING ALLAH.

Mantra ini dibaca saat akan bertemu dengan seorang pria yang ingin dituju, atau bisa juga dibaca saat akan bepergian keluar rumah. Atau bila sudah memiliki calon suami dan akan melangsungkan pernikahan tepatnya saat akan mulai dirias oleh juru paes maka calon penganten wanita bisa membaca mantra aji Sri Widara ini sehingga inner beauty-nya akan semakin berbinar sangat menarik orang lain yang melihatnya. Cocok juga dimiliki oleh setiap perempuan yang selalu ingin tampil menarik di manapun dia berada.

Aji tapak geni

Oleh Ki Wijanarko

Ini sebenarnya ilmu pribadi yang tidak boleh dipublikasikan, namun saya merasa sudah saatnya saya berbagi kepada sesama karena ilmu yang berkah adalah ilmu yang bermanfaat untuk diamalkan. Ilmu ini memiki keistimewaan yaitu mempunyai 3 jenis pukulan yaitu:
1. Pukulan air: pukulan ini untuk meredam sifat panas yaitu sifat api termasuk emosi, amarah dan api dalam pengertian yang sebenarnya. Pukulan ini juga dapat dijadikan benteng untuk melindungi suatu benda, rumah dll dari bahaya kebakaran.
2. Pukulan api. Pukulan ini berlawanan dengan pukulan air. Pukulan ini bersifat panas dan bersifat menghanguskan secara metafisik. Lawan yang terkena pukulan ini akan merasakan tubuhnya kepanasan sampai berminggu-minggu hingga melumpuhkan kehendak dan nafsunya sendiri.
3. Pukulan angin (bayu), dapat digunakan semua kehendak, jiwa dan raga karena seperti pepatah sehebat apapun pendekar jika kemasukan angin sedikit saja dia dapat lumpuh dan mati.

Untuk memiliki ilmu ini tata lakunya sebagai berikut:
1. Tawassul kepada Rasulullah, keluarga dan sahabatnya Al Fatihah…
2. Nabi Khidir bayla Ibnu Mulkan Al Fatihah…
3. Para nabi dan rasul Al Fatihah…
4. Syekh Abdul Qodir Al Jailani Al Fatihah…
5. Syekh Al Imam Ahmad bin Ali Albaubani Al Fatihah…
6. Para walisongo khususnya Kanjeng Sunan Kalijogo Al Fatihah…
7. Empat penghulu malaikat JIbril, , Mikail, Isrofil, Izroil Al Fatihah…
8. Guru-guru, kaum muslimin dan muslimat, ulama, para syuhada di seluruh penjuru bumi baik di dunia nyata maupun ghoib Al Fatihah…
9. Kedua orang tua, kedua mertua (bagi yg sudah berkeluarga) Al Fatihah…
10. Diri sendiri Al Fatihah…
11. Hamba Allah yang ghoib yang senantiasa mendampingi hamba Allah yang berdzikir Al Fatihah…
12. Waala niyati: MEMINTA ILMU TAPAK GENI al fatihah… setelah itu baca: AL IKHLAS (3 X), AL FALAQ (1 X), AN NAAS (1 X), lalu baca SHOLAWAT NABI (3 X), SYAHADAT, LA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAHIHIL ALIYYIL AZHIIM NARUDDU BIKAL A’DA-A MIN KULLI WIJHATIN WABIL ISMI NARMIHIM MINAL BU’DI BISY SYATAT. SHOWA-IQ JIM SHOOIQOH (7 X). dilanjutkan dengan zikir YA MUNTAQIM (690 X).


Ritual ini dilakukan setelah sholat subuh selama 21 subuh dan maaf ilmu ini hanya untuk kaum muslim saja. Cara menggunakannya, baca kuncinya yaitu SHOWA-IQ JIM SHOOIQOH. Kemudian tiupkan ke tangan lalu dorongkan telapak tangan ke depan dengan menghembuskan nafas dari hidun. Niatkan dalam hati pukulan apa yang ingin kita lontarkan apakah api, air, atau angin. @@@

Aji tunggeng balik

ni ajian untuk melindungi harta benda dan usaha kita dari aksi pencurian. Namun bila pencuri ternyata melaksanakan aksinya, maka si pencuri secara otomatis akan membawa barang curiannya kembali ke rumah Anda dengan rasa malu dan rasa bersalah. Jadi dengan ajian ini kita tidak perlu khawatir dan pusing menjaga rumah, barang, menjaga sawah ladang atau perikanan yang sering jadi incaran pencuri. Lakunya tidaklah sulit dan tergolong mudah yakni sebagai berikut:

Puasa sehari semalam du tempat usaha, bisa di toko, di rumah, di sawah, di tambak atau di ladang. Selama puasa disarankan membaca doa di bawah ini sebanyak-banyaknya agar energinya mampu melingkupi tempat kita menggantungkan rezeki. Selesai puasa, pulang dengan membawa sedikit benda atau hasil tanaman, ladang dan ikan.

Doanya sebagai berikut:

BISMILLAH (3X) BILLAAHI RASUULILLAAH MAQQATILLAH, FASUQYAAHA. FASUBHAANALLAAHI WALHAMDU LILLAAHI WALAA ILAAHA ILLALLAAHU WALLAAHU AKBAR WALAA HAWLA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL ALIYYIL ADZHIIM

Bila pencuri sudah membawa barang Anda kembali ke rumah, maka dia yang kena ajian tunggeng balik ini tidak bisa ngomong dan tubuhna terasa kaku. Untuk membuatnya kembali sadar dan sehat sebagaimana sedia kala maka baca ayat ini:

WAMAL HAYAATUDDUNYAA ILLA MATA’UL GHURUUR. WALAA TALUUMUNNA ILLA MIN ANFUSIKUM MIN AZMIL UMUUR.

Seperti semua amalan dan laku yang lain, tentu saja berhasil dan tidaknya amalan kita tergantung sepenuhnya pada kesungguhan kita meminta kepada Allah SWT. Bila Dia mengijinkan maka kita juga harus mensyukurinya dengan selalu berbuat kebajikan untuk memenuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Aji tunggeng mogok

ni ajian untuk melindungi harta benda dan usaha kita dari aksi pencurian. Namun bila pencuri ternyata melaksanakan aksinya, maka si pencuri secara otomatis akan membawa barang curiannya kembali ke rumah Anda dengan rasa malu dan rasa bersalah. Jadi dengan ajian ini kita tidak perlu khawatir dan pusing menjaga rumah, barang, menjaga sawah ladang atau perikanan yang sering jadi incaran pencuri. Lakunya tidaklah sulit dan tergolong mudah yakni sebagai berikut:

Puasa sehari semalam du tempat usaha, bisa di toko, di rumah, di sawah, di tambak atau di ladang. Selama puasa disarankan membaca doa di bawah ini sebanyak-banyaknya agar energinya mampu melingkupi tempat kita menggantungkan rezeki. Selesai puasa, pulang dengan membawa sedikit benda atau hasil tanaman, ladang dan ikan.

Doanya sebagai berikut:

BISMILLAH (3X) BILLAAHI RASUULILLAAH MAQQATILLAH, FASUQYAAHA. FASUBHAANALLAAHI WALHAMDU LILLAAHI WALAA ILAAHA ILLALLAAHU WALLAAHU AKBAR WALAA HAWLA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL ALIYYIL ADZHIIM

Bila pencuri sudah membawa barang Anda kembali ke rumah, maka dia yang kena ajian tunggeng balik ini tidak bisa ngomong dan tubuhna terasa kaku. Untuk membuatnya kembali sadar dan sehat sebagaimana sedia kala maka baca ayat ini:

WAMAL HAYAATUDDUNYAA ILLA MATA’UL GHURUUR. WALAA TALUUMUNNA ILLA MIN ANFUSIKUM MIN AZMIL UMUUR.

Seperti semua amalan dan laku yang lain, tentu saja berhasil dan tidaknya amalan kita tergantung sepenuhnya pada kesungguhan kita meminta kepada Allah SWT. Bila Dia mengijinkan maka kita juga harus mensyukurinya dengan selalu berbuat kebajikan untuk memenuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Aji tunggeng mogok

Aji Tunggeng Mogok ini hampir sama tujuannya dengan Aji Tunggeng Balik. Ajian juga untuk melindungi harta benda dan usaha kita dari aksi pencurian. Namun bila pencuri ternyata sudah melaksanakan aksinya, maka si pencuri secara otomatis diam terpaku di tempatnya mencuri tidak bisa bergerak seperti orang linglung Dengan memiliki ajian ini kita tidak perlu khawatir dan pusing menjaga rumah, barang, menjaga sawah ladang atau perikanan yang sering jadi incaran pencuri. Lakunya puasa sunah biasa 7 hari mulai hari Selasa atau Kamis. Selama puasa setiap sholah ashar membaca doa di bawah ini 221 kali.

Doanya sebagai berikut:

KULLU NAFSIN DZAA IQATULMAUT. WAINNAMA TUWAFFAWNA UJUURAKUM YAWMAL QIYAAMAH. FAMAN ZUHZIHA ANINNAARI WA UDZKHILAL JANNATA FAQAD FAAZ.

Selesai puasa kita berjalan mengelilingi rumah, sawah, ladang atau tempat usaha yang ingin dipagari. Kaki diangkat sambil membaca ayat tersebut dan kaki diturunkan membaca ayat tersebut hingga selesai. Pencuri yang tertangkap basah tidak akan mampu menggerakkan badannya hingga Anda datang dan sama dengan aji tunggeng balik, maka untuk memulihkan kondisi pencuri seperti sedia kala, baca:

WAMAL HAYAATUDDUNYAA ILLA MATA’UL GHURUUR. WALAA TALUUMUNNA ILLA MIN ANFUSIKUM MIN AZMIL UMUUR.

Aji welut putih

Ini ajian yang sangat bermanfaat di dalam peperangan membela tanah air. Para pejuang kita dulu banyak mengamalkan ajian ini agar selamat dari kejaran dan mampu meloloskan diri dari kepungan serta tawanan musuh dengan selamat. Sekarang, yang tragis ajian ini kebanyakan malah dimiliki oleh para maling dan perampok yang terampil untuk meloloskan diri dari kejaran masyarakat dan polisi.

Cara mengamalkan ajian ini sebagai berikut: Puasa mutih 7 hari 7 malam dan patigeni 3 hari 3 malam. Mulai puasa pada Jum’at Pahing. Mantranya:

INGSIN AMATEK AJIKU SI WELUT PUTIH, ARSO MROSOT SAJRONING WATU, MROSOT KERSANING ALLAH.

Mantra ini dibaca ketika berada di dalam situasi bahawa dan dikepung musuh. Maka otomatis ajian akan bekerja. Kita akan mampu meloloskan diri karena tiba-tiba terbuka jalan-jalan rahasia dan gaib di depan kita dengan segera.

Kamis, 26 Agustus 2010

Pelet mahabbah al mulk

Sugik_Sawunggaling
singarajeh_madura@yahoo.com

Amalan mahabbah ini, insyaallah hanya butuh waktu 1 malam untuk mendatangkan orang yang disukai/dicintai untuk menemui anda……………

Tawassul fatihah:


Nabi Muhammad 1x
Malaikat 4 1x
Sahabat 4 1x
Nabi Yusuf,Nabi Daud, Nabi Sulaiman 1x
Syeh Abdul Qodir Jailani 1x
Syeh Maghrobi 1x
Abi wa Ummi 1x
Si Cewek…sebut juga nama bapak dan ibunya si cewek 1x

Bacalah SURAT AL- MULUK 41x

Caranya:
Ambil tanah bekas telapak kaki si cewek.
Puasa mutih pada hari kamis
Malam jumat jam 23.00/11 malam lakukan solat hajat husus 4 rokaat 2 salam.
Lalu bacalah Surat Al-Muluk 41x sambil duduk di atas tanah bekas kakinya si Cewek
Bayangkan wajah si Cewek, kalau bisa sambil memegang fotonya. YANG PENTING HKUSUK!

NB: amalan ini hanya boleh diamalkan kalau mau di nikahi.kalau hanya untuk buat main main saya tidak rela dan tidak ikhlas. @@@

Rabu, 25 Agustus 2010

Mahabbah syeh maghrobi

Sugik_Sawunggaling
singarajeh_madura@yahoo.com

Amalan mahabbah/pengasihan ini merupakan mahabbah tingkat tinggi, kalau di Madura di sebut dengan “Tashirul Qulub/Sihir Hati”. dan insyaalah perempuan yang dituju hanya butuh waktu 3 hari sudah tergila-gila. untuk taretan yang mau ngamalin. monggo. semoga maqbul dan mustajab!

Tawassul Fatihah
Nabi Muhammad 2X
Syeh Abdul Qodir Jailani 3X
Syeh Maghrobi 4X
Syeh Hasan Maghrobi 5X
Ilaa Ruhi Wajasadi Fulanah(Nama Binti Ibunya) 6x

Lalu Baca Surat Al-Fatihah 1X
Bismillahir Rohmanir Rohim

ALLAHUMMA JALLIB WA HABBIB WAQORRIB WA ALLIF WA ‘ATHTHIF RUUHA WAJASADA WANUURO WA QOLBA……………………..(SEBUT NAMA PEREMPUAN….FULANAH BINTI….IBUNYA)

MAWADDATAN WA MAHABBATAN SYADIIDATAN MINNII WAHASSIN LII MIN YAUMINAA HADZAA ILAA YAUMIL BA’SI (1000X)

Caranya:
Solat hajat husus 4 rokaat 2 salam jam 24.30 Wib
Di amalkan selama 3 malam dimulai malam kelahiran Perempuannya atau jika tidak tahu di mulai malam kelahiran sendiri/sang pengamal
Diusahakan menggunakan/memegang foto perempuannya saat mengamalkan.

NB: amalan ini hanya boleh diamalkan kalau mau di nikahi.kalau hanya untuk buat main main saya tidak rela dan tidak ikhlas. @@@

Ajian cakrajaya mahkota rasul

PENGANTAR
Akhirnya, saat yang dinanti datang juga. Setelah polling untuk mengetahui minat dan keinginan pembaca tentang tiga ajian unggulan, maka dengan ini Sdr KI ARYA KUSUMA DEWA memilihkan Ajian Cakrajaya Mahkota Rasul untuk dimiliki pembaca. Demikian semoga ada manfaatnya untuk kita sehari-hari. Terima kasih kami sampaikan untuk Ki Arya Kusuma Dewa yang sudah berkenan membagi ilmu dan menularkannya untuk kita semua. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi amalan kita. Salam. (WONGALUS)

Assalamualaikum wr wb.

Mohon Maaf atas keterlambatan pengizahan ilmu di karena kan kesibukan kami dalam membantu sesama yang membutuhkan dan harus mendapat prioritas utama. setelah melakukan kontemplasi batin dengan guru dan pendamping kami di alam gaib dan berdasar polling yang telah di lakukan hampir 60% menghendaki ajian cakra jaya mahkota rasul. juga untuk menghindari polemik yang mungkin timbul karena pro kontra yang ada maka untuk saat ini hanya ilmu itu yang akan kami ijazahkan. tetapi bagi mereka yang masih membutuhkan 2 ilmu lainnya bisa menghubungi kami di nomer ini untuk pengijzahan secara pribadi : ‘08567559874′

maka dengan mengucap BISMILLAHIROHMANIRROHIM dan dengan mengharap ridho dan barokah Allah swt dengan ini kami ijazahkan kepada mereka yang berminat serius mengamalkan tidak hanya sekedar ilmu tapi juga ‘ngelmu’ nya sebuah amalan batin tingkat tinggi yang di namakan ‘AJIAN CAKRAJAYA MAHKOTA RASUL’

RASA RASUL RASANING ALLAH
WINENANG AKU ANUNGGALAKEN
SAKATAHING RASA RASUL PANDITA.
SABUMI RAT WENANG ASRAH
DUNYA ASRAH KAGUNGAN
SABUMI RAT WINENANG AMURBA WISESO
AGAWE SURGO NEROKO
HYANG DZATULLAH
INGKANG MURBENG JAGAD DUMADI
PARINGONO BERKAH DUNYO LAN AKHIRAT
MANDEG PREG ING NGAREPKU
LAILAHAILLAHU MUHAMMADARASULULLAH
URIP ING DEWEKIRA

Tata Cara Laku Ilmu:
1. Mandi Keramas dengan niat membersihkan diri dari segala unsur negatif yang ada dengan membaca niat:

NIAT INGSUN ADUS BANYU SUCI
RESIK JIWO LAN ROGO
SUMINGKIR DEDEKING ANGKORO
KAKANG KAWAH ADI ARI ARI
SING KROMATAN SING ORA KROMATAN
REWANGONO AKU GUAK SENGKOLO
ILANG SENGKOLAKING SAKING KERSANING ALLAH

2. Puasa sunnah 3 hari Yang di mulai pada hari Anggoro kasih atau sukra kasih (selasa kliwon atau kamis kliwon)

3. Lakukan Shalat sunah hajat dan taubah 2 rakaat

4. Tawasul Inti:

1. Kanjeng Nabi Muhammad SAW keluarga dan sahabat
2. Nabiyullah Khaidir As
3. Waliyullah Syech Abdul Qadir Jailany
4. Mbah kuwu sangkan cakra buana
5. Syech dzatul kahfi
6. eyang arya brajamusthi

5. Selesai shalat duduk bersila dan tata batin anda lalu ucapkan shalawat di bawah ini dengan perlahan dan penuh penghayatan ‘SHALALLAHU ALA MUHAMMAD’ 77x. Pada saat anda membaca shalawat ini biasanya anda akan merinding hebat pada sekujur tubuh, itu reaksi normal dan teruskan sampai 77x.

6. Baca Mantra di atas sebanyak 33x.

7. Semua amalan tersebut anda baca selama menjhalankan puasa sunah selama 3 hari.

8. Setelah semua di lakukan anda bisa mengetes apakah energi
keilmuan atau energi khodam nya telah menyatu dengan anda
dengan cara sebagai berikut:

a. Duduk bersila kedua tangan terbuka mengahadap ke atas
b. Baca Doa kontak energi dibawah ini 11 x ‘ALLAHU YA RAHMAN YA LATIFUL KHABIRU YA BATHINU YA
BASHIR’
c. gosokan kedua tangan anda sampai terasa panas lalu anda dekat dan jauhkan kedua tangan anda di depan dada. jikalau energi sudah masuk maka akan seperti ada daya tarik dan tolak pada kedua tangan anda saat di dekat kan dan di jauhkan.

Manfaat Keilmuan AJI CAKRA JAYA:
1. Menangkal segala unsur negatif yang akan menyerang anda
2. Meningkatkan kharisma atau perbawa
3. Meningkatkan Kepercayaan diri dalam pergaulan
4. Ketenangan batin dalam mengahadapi masalah yang timbul
5. Jika terdesak bisa sebagai pukulan kontak jarak jauh dengan cara Tahan nafas lalu tarik kedua tangan kebelakang dan hentakan ke depan dengan penuh keyakinan sambil dua kaki anda jejakkan ke tanah.
6. Untuk penyembuhan medis dan non medis dengan media air atau sentuhan tenaga khodam
7. Asma kurung Pamungkas untuk pemagaran rumah, toko, kendaraan
8. Dan masih banyak lagi yang lainnya sesuai niat.

Bersama ini pula saya ijazahkan 3 khodam pendamping Keilmuan Ajian Cakra Jaya Mahkota Rasul yang memiliki karakter dan kemampuan yang berbeda yang berasal dari daratan,perairan dan angkasa, 3 khodam tersebut yaitu:

1. KYAI ABDUL JABBAR
Beliau adalah khodam yang berasal dari daratan dan beliau bisa anda wasilah kan untuk membantu penyembuhan penyakit medis dan non medis melalui kekuatan Aji Cakra Jaya.

2. EYANG RONGGO JOYO NAGA PAKSI
beliau adalah kodam dari perairan yang bisa anda wasilahkan untuk kedigdayaan dan pasukan gaib. bisa diwasilahkan untuk menyerang dan memporak porandakan musuh yang dzolim, akan tetapi tidak kami perkenankan anda melakukan hal itu

3. SYECH ABU QOSIM
beliau adalah khodam yang berasal dari angkasa yang bisa anda wasilahkan untuk perbawa diri atau kewibawaan dan juga bisa anda mintakan saran jika sedang dalam masalah (tetapi anda harus memiliki kepekaan batin) jika anda belum memiliki kepekaan batin anda lakukan wirid ‘YA BATHINU YA BASHIRU’ 313x selesai shalat
Demikian ijazah inti Aji Cakra Jaya Mahkota Rasul, semoga bisa memberikan manfaat dan kemaslahatan bagi sesama yang membutuhkan amin ya robbal alamin teriring salam rahayu dari padepokan. bagi mereka yang menghendaki ijazah kunci tarik uang gaib dan gendam sajadah bisa menghubungi kami pada nomer tersebut diatas. insya allah lain waktu dengan ijin dan ridho allah akan saya paparkan salah satu ilmu yang cukup langka yang saya dapatkan langsung dari hawatif ‘EYANG PRABU ANGLING DHARMA’ yaitu Aji Gineng Maulaya Bumi yang diantara kegunaanya untuk mendengar pembicaraan di alam jin dan jeritan kubur, Biidznillah insya allah

wassalamualaikum wr wb.

‘KI ARYA KUSUMA DEWA’

Ajian gelap ngampar dan Ajian lembu sekilan

Melongok Tanah Jawi masa silam, kita akan tahu bahwa di dalam sejarahnya, di Jawa yang tidak pernah sepi dari konflik baik berupa intrik terbuka maupun peperangan, memaksa setiap wong Jowo untuk mempersiapkan diri dari bahaya baik dari dalam maupun dari luar.Bisa dikatakan Sejarah Jawa adalah sejarah perjuangan manusia untuk bisa hidup damai, tentram dan bahagia namun juga harus bersiap menghadapi segala tantangan. Sikap nrimo dan pasrah itu perlu, namun yang juga perlu adalah bahwa manusia Jawa adalah manusia yang siap untuk struggle for survive (bertahan hidup) di tengah berkecamuknya kepentingan yang berbeda-beda. Itu sebabnya, di Jawa memiliki ilmu-ilmu kesaktian hampir bisa dipastikan menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari hidup seseorang.

Salah satu orang Jawa yang terkenal kesaktiannya adalah Raden Rangga. Siapa dia? Raden Rangga adalah anak satu-satunya Panembahan Senopati dan Ratu Kali Nyamat. Sejak kecil hingga remaja, Raden Rangga sudah bakat menjadi pendekar sakti dan tangguh. Sayangnya, dia memiliki watak buruk yaitu pemarah dan suka memukul.

Suatu ketika seorang pendekar pilih tanding dari Banten datang untuk menantang adu kesaktian Panembahan Senopati, sang ayah yang juga pendiri dinasti Mataram ini. Raden Rangga tahu kedatangan pendekar Banten ini dan meminta pada Panembahan Senopati agar dirinya saja yang menghadapi. Permintaan dari sang anak pun dituruti sekaligus untuk mengetahui sampai seberapa hebat ilmu kesaktian Raden Rangga.

Adu kekuatan pun terjadi antara Raden Rangga vs Pendekar Banten. Mulai menggunakan tenaga biasa hingga tenaga dalam tingkat tinggi. Akhirnya, dengan pukulan tenaga dalam, sang pendekar Banten tewas berkalang tanah.

Raden Rangga memiliki segudang ilmu kesaktian. Salah satunya adalah kekuatan jari tangannya untuk menusuk-nusuk batu. Batu yang keras terasa oleh Raden Rangga seperti menusuk tanah lunak. Suatu ketika, dia diperintahkan oleh sang ayah untuk berguru ke Ki Juru Martani. “Aku ini sudah sakti mandraguna, tapi kenapa masih diperintahkan untuk berguru ke eyang Juru, saya akan mendapatkan apa?” begitu katanya dalam hati.

Singkatnya, Raden Rangga pun menurut dan pergi menghadap Ki Juru Martani. Sesampai di depan rumah Ki Juru yang ada masjid kecil di teras, dia terpaksa menunggu. Sebab Ki Juru sedang sholat dhuhur. Raden Rangga pun duduk di trap mesjid yang terbuat dari batu kumalasa dan iseng jarinya ditusuk-tusukkan. Batu itu pun berlobang-lobang.

Usai sholat, Ki Juru keluar masjid. Dia langsung menyapa Raden Rangga. “Cucuku, apa jarimu tidak sakit menusuk batu yang keras itu?” Seketika itu pula, batu itu menjadi keras dan kesaktian Raden Rangga hilang seketika. “Benar kata ayah bahwa saya harus berguru pada panjenengan eyang Juru Martani. Saya sadar, orang muda seperti saya tidak boleh menyombongkan ilmu kesaktian pada orang yang lebih tua”

Ki Juru Martani kemudian mengajari raden Rangga berbagai ilmu kesaktian. Salah satu yang diajarkannya adalah Aji Lembu Sekilan. Ajian ini untuk menghadapi lawan di dalam peperangan. Senjata tajam dan tumpul tidak akan mampu melukai tubuh bagi pemilik ajian ini. Untuk melakukan penyerangan pukulan, aji lembu sekilan sangat efektif karena bisa melipat gandakan tenaga ratusan kali tenaga biasa.

Bagi para pendekar yang ingin memiliki ajian ini, dia tidak boleh memanggil lembu (sapi) dan tidak diperkenankan memakan dagingnya. Dia harus menjalani laku berupa puasa 40 hari hanya makan dedaunan yang dikulup dengan bumbu garam. Minumnya air kendi dan apabila sudah selesai 40 hari lalu dia kemudian erlu nglowong tiga hari tiga malam mulai hari Kamis Wage. Cara matek aji ini yaitu membaca mantra di bawah ini:

Niat ingsun amatek ajiku si lembu sekilan,
Rosulku lungguh ibrahim nginep babahan,
Kep karekep barukuut kinemulan wesi kuning,
Wesi mekakang, secengkang sakilan sadepo,
Sakehing brojo ora nedhasi bedil pepet mriyem
Buntu tan tumomo songko kersaning Allah.

Seketika itu pula daya gaib ajian ini bekerja.

Raden Rangga juga dibekali ajian penutup yang sangat hebat. Nama ajian pemberian Ki Juru Martani ini adalah Ajian Gelap Ngampar. Ajian yang konon milik salah seorang sahabat Rasulullah, yaitu Baginda Ali ini untuk menghadapi peperangan massal. Sekali matek aji dan berteriak maka nyali musuh akan ciut dan mereka akan buyar lari tunggang langgang ketakutan. Pendekar pemilik Ajian Gelap Ngampar sangat ditakuti karena tubuhnya kebal senjata dan memiliki mata yang bisa memancarkan sinar sangat kuat sampai yang dilihat terbakar.

Cara mendapatkan Ajian Gelap Ngampar ini dituturkan Ki Juru Martani sebagai berikut:
“Puasa mutih 40 hari, makan hanya sekali tiap 12 malam. Setelah puasa selesai, maka dia harus nglowong (tidak tidur dan begadang di luar rumah) selama 7 hari 7 malam dan mulai puasa pada hari sabtu Kliwon” Ajian ini otomatis bekerja bila dalam peperangan sang pendekar membaca mantra di bawah ini:

“Niat ingsun amatek ajiku si gelap ngampar,
gebyar-gebyar ono ing dadaku,
ulo lanang guluku
macan galak ono raiku
suryo kembar ono netraku
durgodeg lak ono pupuku,
gelap ngampar ono pangucapku
gelap sewu suwaraku
yo aku si gelap ngampar”

Demikian sedikit sejarah dua ajian dahsyat unggulan para pendekar Jawa masa silam ini. Tidak salah kita belajar berbagai ilmu kesaktian dengan harapan agar kita semakin bijaksana bahwa samudra ilmu Tuhan begitu luasnya. Sementara ilmu manusia hanya memiliki sedikit ilmu seperti setitik air saja. Namun, setitik air ilmu itu pun bila dimanfatkan secara optimal dengan tujuan luhur akan mendatangkan berkah. Berbagai ilmu ajian warisan para leluhur ini pun bisa mendatangkan manfaat yang besar. Misalnya, untuk menghadapi kejahatan yang kini semakin banyak terjadi, atau menghadapi bahaya musuh yang mengancam wilayah negara kita. Wallahu a’lam.

Ajian gendring songgo buwono

(MOHON HANYA DI AMALKAN UNTUK MEREKA YANG TELAH PEKA)

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM INGSUN MATEK AJI KU SONGGO BUWONO AJI PANGABARAN SAKING SANG HYANG ISMOYO SONGGO KU SONGGO LANGIT SONGGO KU SONGGO BUMI SONGGO KU SONGGO SAMUDERO PLAWESAN JOYO WINANGUN DUGDENG ADI JOYO SONGGO DUNYO ING SUMIRAB BADANINGSUN KALIMAH SUCI KALIMOSODO LAILAHAILALLAHU MUHAMMADARASULULLAH

LAKU PERASUKAN ILMU:

Bagi mereka yang telah peka cukup dibaca sebanyak 77x setiap jam 12 malam (7 hari) Jika ingin berkomunikasi dengan khodam keilmuan ini silahkan lakukan langkah berikut:

Baca Fatihah untuk Nabi Muhammad SAW (7 kali) Baca Fatihah untuk Malaikat muqorrobin (7 kali) Baca Fatihah untuk Syech Abdul Qodir Jailany (7 kali) Baca Fatihah untuk Kanjeng Ibu Ratu Kencana Sari (7 kali) Baca Fatihah untuk Kanjeng Sunan Kalijogo (7 kali) Baca Fatihah untuk Prabu Angling Dharma (7 kali)

Untuk selanjutnya biarkan khodam ilmu ini yang membimbing anda.

KI ARYA KUSUMA DEWA

Ajian jagad pamungkas

oleh: Wong Djowo nozzle_bikes@yahoo.com

Salam Pamuji Rahayu dalem ingkang kangmas Ki Wongalus, Pada kesempatan ini ijinkan saya Wong Djowo berbagi sedikit ilmu yang saya miliki. Ilmu ini adalah di ajarkan langsung oleh leluhur saya di Alam Langgeng. Adapun leluhur yang mengajarkan tersebut adalah KYAI AGENG ATAS ANGIN leluhur saya langsung. Atas ijin beliau saya coba beberkan sedikit amalan ini pertimbangan sebagai sarana melestarikan warisan budaya kita yang kian punah termakan zaman.

Bissmillah saya ijazahkan Ilmu Kadigjayaan leluhur Aji Jagad Pamungkas kepada Ki wongalus dan pembaca secara sempurna dan atas izin Allah SWT. (Terima ijazah kirim doanya Al fatihah dikirimkan ke leluhur saya KYAI AGENG ATAS ANGIN SUMARE ING TEMUIRENG KARANGANYAR)

AJIAN JAGAD PAMUNGKAS

Mantranya :

INGSUN AMATAK AJIKU JAGAD PAMUNGKAS.
GUNTUR NANG TANGANKU.
KILAT NANG MRIPATKU.
ONO BUMI LANGITE JAGAD.
KABEH AJI TUNDUK MARANG AJIKU.
KABEH JIN HANCUR MARANG AJIKU.
JAGAD SURYO NANG DODOKU.
YA AJIKU JAGAD PAMUNGKAS.
LANGIT,SURYO,BIMOSAKTI DADI SIJI.
LAN KERSANING KEKUATAN ALLOH.

SIBGOTOLLAH 7X LAHAULA WALA QUWATA ILLABILLAHIL ‘AYIYIL ‘ADHIIM. (MANTRA DIBACA 7X SETIAP HABIS SALAT)

Lakunya puasa 7 hari mutih mulai hari anggoro kasih selasa kliwon buka jam 12 malam. lanjut puasa ngerowot 3 hari.

Selama puasa sehabis baca mantra tambahkan baca lahaula wala quwata illabillahil ‘ayiyil ‘adhiim 70x. (tahan napas di dada atau perut)

Kegunaan :

1. Cabut Ilmu seseorang : caranya Baca 1x lalu sedot dengan tarikan napas yang dalam (visualisasi ilmu orang tersebut tersedot dan arahkan energinya ke badan atau diri kita atau ke benda dan kunci)
2. Lawan santet : Puasa semalam dan di wiridkan semalam suntuk sebelumnya salat hajat dulu. Paginya buncengan bagikan ke anak yatim.
3. utk pengobatan juga bisa ,cuma caranya kalo utk pengobatan[kirim dulu sama yg sakit misalnya wa illa hadaitan filjasadi ruuhi…….nama yg sakit…al fatiaha .terus tangan kita tempelin yg ditempat yg sakit
4. Untuk menundukkan Musuh yang sakti baca dalam hati 1x tahan napas.

Demikianlah yang dapat saya dapat sampaikan semoga bermanfaat memperkaya khasanah keilmuan nusantara. @@@

Ajian kantong penglaris

Oleh Indo Penglaris

Ilmu Penglarisan warisan leluhur ini bisa diamalkan oleh siapa saja
khususnya para pedagang kecil. (Pedagang kaki lima, pemilik
warung,penjual rokok,bakso keliling,dll ) agar apa dagangannya laris
dapat untung bahkan bisa berkembang,penjual bakso siapa tau bisa jadi
juragan bakso.Namun untuk meraih itu dibutuhkan usaha yang gigih baik
lahir maupun batin,untuk bekal segi batin.

Anda dapat membuat kantong penglaris, dengan tatacara dibawah ini:
Puasa Mutih 7 hari Tapa pati geni 1 malam,siapkan kantong putih dari kain mori putih, dan dalam kantong tersebut anda isi 7 buah bunga kantil,selama pati geni bacakan mantra berkali-kali,setiap jatuh 100x tiup kantong tersebut
sebanyak 7x, lakukan hingga ritual pati geni selesai. Setelah usai
ritual maka kasih penubusan, kantong itu isilah 1 buah koin uang
Rp.100,- lebih utama uang koin lama yang ada gambar gunungannya, maka
setiap akan berangkat jualan baca mantra dan doanya lalu kantongi
kantong penglaris itu yang sudah anda rituali dan tebus. Dan inilah
doanya:

Bismillahirrohmanirrohiim,
“Ajiku Bebakulan,Tak Watek RejekiKu-mantil,Sronoku Kantong Penglaris, Tumeko-o Sandang Panganku,Sih Lulut Kun Katut Dening Aku Kabeh Wong Sabuwono,Wong Sakuto,Wong Sadeso, Gedhe Cilik, Tuwo Anom, Lenang Wadon,Podho Ngrubung, Podho Kesengsem,Nglarisi Dagangaku,Berkah Kersaning Allah Ta’ala”.

Agar lebih meningkat daya penglarisnya,lebih utama ditambahi dengan
bacaan salawat sebagai berikut:

“Bismillahirrohmanirrohim, Allaahumma shalli wasallim ‘alaa sayyidinaa muhammadin qad dlaaqat hiilatii adrriknii yaa rasuulallaah.”

Salawat tersebut dibaca sekali usai menunaikan sholat lima waktu.
Catatan: Bunga kantil yang didalam kantong tersebut gantilah setiap
malam 1 muharam/suro dan uangnya cukup dibersihkan dengan air jeruk
nipis. Semoga ini bermanfaat bagi saudara-saudara yang mau berikhtiyar
membuat piranti penglarisan sendiri.

Ajian lampah lumpuh

Ini ajian saat berada dalam keadaan darurat dan yang tidak perlu dilakukan bila tidak sangat terpaksa. Sebab pembunuhan itu merupakan dosa yang sangat besar kecuali dilakukan untuk membela diri atau kita berada dalam kondisi peperangan untuk membela agama, bangsa dan negara dari rongrongan musuh.

Dalam khasanah ilmu-ilmu metafisika terapan yang dimiliki kaum pendekar masa lalu , ajian jenis ini yang tergolong sangat mematikan karena apabila Anda menyerang musuh dengan ajian ini, maka musuh anda akan mengalami kelumpuhan dan nyawa musuh anda akan melayang dengan sebab-sebab yang tidak terduga dalam waktu tidak lebih dari tiga hari.

Tiba-tiba musuh Anda akan dihantam energi khodam ajian anda sehingga tenaganya hilang sama sekali dan bahkan dalam beberapa kasus dia akan mengalami kecelakaan, menjadi korban pembunuhan orang lain dan sebagainya. Anda juga tidak mungkin terlacak oleh aparat kepolisian karena ulah Anda tersebut tidak bisa dibuktikan oleh hukum.

Bahkan dalam tradisi dayak meyakini, bahwa ajian jenis ini akan mematikan musuh hingga nyawanya tidak bisa direinkarnasi lagi. Ajian semacam ini juga dimiliki oleh prajurit di Malaka, SIDI ARAB saat bertempur dengan prajurit Siam, CAU PANDAN di abad 15 silam. Meskipun jarak keduanya ribuan mil jauhnya, ajian ini membuat Cau Pandan tubuhnya lumpuh, matanya tiba-tiba buta dan tewas setelah tiga hari mengalami luka dalam dan luka luar dengan pendarahan yang hebat.

Untuk memiliki ajian ini lakunya sebagai berikut:

1. Niat dengan membaca BISMILLAH SAYA BERNIAT MEMILIKI AJIAN LAMPAH LUMPUH

2. Tawasul: ALFATIHAH disampaikan untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarga, Nabi Khidir A.S, Syekh Abdul Qodir al Jailani.

3. Baca mantra berikut ini: WANUKFIKHO FISHUURI FASHO’IQO MAN FISSAMAAWAATI WAMAN FIL ARDLI ILLAA MAN SYA-ALLOOHU TSUMMA NUFIKHO FIIHI UKHROO FAIDZAAHUM QIYAAMUYYANDZHURUN, W A-ASYROQOTIL ARDLU BINUURI ROBBIHAA WAWUDLI AL KITAABU WAJII-A BINNAABIYYIINA WASYSYUHADAA-I WAQUDLIYA BAINAHUM BILHAQQI WAHUM LAA YUZHLAMUN (3 x selesai sholat fardhu).

4. Selesai membaca mantra tiupkan pada telapak tangan Anda untuk mengumpulkan energi gaib.

5. Lakukan puasa biasa tujuh hari mulai hari RABU PON. Berbuka puasa pada jam 12 malam hanya makan kurma tujuh biji dan air putih.


CARA MENGGUNAKAN:

1. Duduk posisi bersila

2. Dengan keyakinan penuh, bayangkan tubuh musuh berada di depan anda duduk.

3. Lakukan langkah mulai ajian lampah lumpuh: NIAT dengan membaca BISMILLAH SAYA BERNIAT MENJALANKAN AJIAN LAMPAH LUMPUH

4. TAWASSUL

5. BACA MANTRA 3 X, KUMPULKAN ENERGI DI TANGAN

6. Pukulkan ke bagian tubuhnya yang mematikan.

7. Tunggu dengan istiqomah lawan anda akan mengalami kematian secara cepat.

***

Ada kalanya, kita akan didatangi oleh utusan korban yang telah kita sakiti dan untuk meminta maaf pada kita dan kita pun memaafkan kesalahannya. Utusan tersebut meminta kita yang mengobati sebab tidak ada dukun/paranormal/ orang pintar lain yang bisa mengobati sakitnya yang sangat parah tersebut. Untuk mengobati caranya sebagai berikut:

1. Duduk bersila di depan orang yang akan disembuhkan.

2. Niat membaca BISMILLAH SAYA BERNIAT MENYEMBUHKAN ………(nama orang tersebut dan nama ibunya) SETELAH TERKENA AJIAN LAMPAH LUMPUH.

3. Tawasul: ALFATIHAH disampaikan untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarga, Nabi Khidir A.S, Syekh Abdul Qodir al Jailani.

4. Baca mantra berikut ini: WANUKFIKHO FISHUURI FASHO’IQO MAN FISSAMAAWAATI WAMAN FIL ARDLI ILLAA MAN SYA-ALLOOHU TSUMMA NUFIKHO FIIHI UKHROO FAIDZAAHUM QIYAAMUYYANDZHURUN, W A-ASYROQOTIL ARDLU BINUURI ROBBIHAA WAWUDLI AL KITAABU WAJII-A BINNAABIYYIINA WASYSYUHADAA-I WAQUDLIYA BAINAHUM BILHAQQI WAHUM LAA YUZHLAMUN (7 x).

5. Selesai membaca mantra tiupkan pada telapak tangan Anda dan sedotlah energi gaib yang ada di tubuhnya.

6. Selanjutnya suruh si sakit untuk menjalani pengobatan medis. Pengobatan akan memakan waktu relatif cukup lama karena sakitnya yang luar biasa.

Aajian macan siliwangi

Artikel ini kiriman dari pembaca Saudara Rudi Gumbus via SMS kepada saya. Manfaat ajian ini adalah untuk kewibawaan, kekuatan, disegani, ditakuti, pengisian berat atau beban.

Laku yang harus dijalani untuk memperoleh ajian MACAN SILIWANGI ini adalah: Puasa 7 hari dan hari terakhir diakhiri dengan pati geni. Sebelum memulai amalan, maka kita disyaratkan untuk melakukan Sholat hajat 4 rokaat. Selanjutnya adalah melakukan puasa sebanyak hari. Selama menjalani puasa itu, kita membaca mantra sebanyak 121 kali usai sholat wajib.

Mantranya:


BISMILLAHIRROHMANIRROHIM ANA SAWO MATENG ING DADAKU SUARANE PRABU SILIWANGI SEPERTI MACAM KESURUPAN LAHAULAWALA QUWATA ILLAHBILLAHIL ALIYIL ADHIM, BISMILAHI PRABU SILIWANGI INGSUN PAMIT AKAN MENGGUNAKAN SILIWANGI ATAS KEESAAN ALLAH.

Ajian ini dalam penyatuannya melalui 4 tahap, menurut pandangan batin: 1. Perubahan tangan dan kaki 2. Perubahan badan 3. Perubahan wajah dan kepala 4. Seperti wujud macan namun hanya menurut mata batin musuh/lawan saja.

Ajian nini blorong

mendatangkan rezeki

Hidup seperti roda yang berputar. Kadang di atas namun kadang pula di bawah. Suatu ketika, kita merasa mendapatkan rezeki yang berlimpah namun pada kesempatan lain kita merasa rezeki yang kita terima sangat sedikit.

Namun sesungguhnya, rezeki dari-Nya tidak pernah benar-benar habis bahkan bila kita mau mensyukurinya setiap detik, maka kita akan bisa merasakan betapa Dia Maha Pemberi Rezeki yang tidak pernah melupakan kita. Detik ini, coba hitung berapa banyak kita menerima rezeki-Nya secara gratis: udara yang kita hirup, kesehatan, panjang umur, maupun Nyawa….

Bersyukur adalah sebuah maqam yang tinggi. Namun, bila masih belum mampu bersyukur dengan merasakan banyaknya rezeki yang kita terima, ini ada amalan untuk memohon rezeki. Yang perlu disadari, rezeki yang kita terima tidak serta merta gratis begitu saja. Rezeki adalah akibat dari kerja keras banting tulang. Maka, amalan ini tidak berlaku bagi mereka yang pemalas.

Cara mengamalkannya: puasa mutih 7 hari 7 malam dan dilanjutkan dengan puasa patigeni sehari semalam. Mulai puasa pada hari Jum’at Pahing. Mantranya dibaca setiap jam 12 malam di muka rumah (halaman/teras). Ini mantranya:

“Ingsun amatek ajiku si nini blorong,
Nini blorong tak tempuhake anyukupi sandhang pangan kang agung, Amboyongo sri sadono wadahono ing gedhong rojobrono,
Sakehing pangan lebokno ing lumbung gumuling,
Ojo asat ing saklawase soko kersaning Allah”


Ajian nini blorong

mendatangkan rezeki

Hidup seperti roda yang berputar. Kadang di atas namun kadang pula di bawah. Suatu ketika, kita merasa mendapatkan rezeki yang berlimpah namun pada kesempatan lain kita merasa rezeki yang kita terima sangat sedikit.

Namun sesungguhnya, rezeki dari-Nya tidak pernah benar-benar habis bahkan bila kita mau mensyukurinya setiap detik, maka kita akan bisa merasakan betapa Dia Maha Pemberi Rezeki yang tidak pernah melupakan kita. Detik ini, coba hitung berapa banyak kita menerima rezeki-Nya secara gratis: udara yang kita hirup, kesehatan, panjang umur, maupun Nyawa….

Bersyukur adalah sebuah maqam yang tinggi. Namun, bila masih belum mampu bersyukur dengan merasakan banyaknya rezeki yang kita terima, ini ada amalan untuk memohon rezeki. Yang perlu disadari, rezeki yang kita terima tidak serta merta gratis begitu saja. Rezeki adalah akibat dari kerja keras banting tulang. Maka, amalan ini tidak berlaku bagi mereka yang pemalas.

Cara mengamalkannya: puasa mutih 7 hari 7 malam dan dilanjutkan dengan puasa patigeni sehari semalam. Mulai puasa pada hari Jum’at Pahing. Mantranya dibaca setiap jam 12 malam di muka rumah (halaman/teras). Ini mantranya:

“Ingsun amatek ajiku si nini blorong,
Nini blorong tak tempuhake anyukupi sandhang pangan kang agung, Amboyongo sri sadono wadahono ing gedhong rojobrono,
Sakehing pangan lebokno ing lumbung gumuling,
Ojo asat ing saklawase soko kersaning Allah”

Ajian sirep begananda

Ini ilmu para maling atau pencuri saat akan melakukan aksi masuk rumah korban pada malam hari tanpa diketahui karena seluruh penghuni rumah tidak akan mampu bangun karena terlelap tidur. Ya, para pencuri memiliki ajian ampuh yang bernama AJI SIREP BEGANANDA.

Untuk memiliki ajian hebat ini, mereka harus puasa mutih 21 hari atau 40 hari dan meneruskan dengan puasa pati geni 3 hari atau 7 hari, yang dimulai dengan hari Rabu Pon.

Mantra Aji Begananda sebagai berikut:

Hong ingsun amatak ajiku sirep begananda kang ana indrajit, kumelun nglimuti ing mega malang, bul peteng dhedet alimengan upas racun daribesi, pet pepet kemput bawur wora wari aliweran tekane wimasara, kang katempuh jim setan peri prayangan, gandarwa, jalma manungsa tan wurung ambruk lemes wuta tan bisa krekat, blek sek turu kepati saking kersane Allah.

Saat membaca aji, pencuri berdiri di depan rumah yang akan disirep, setelah membaca mantra, dia menunggu sesaat sambil mengundang turunnya khodam sirep tersebut.

Untuk mengundang khodam, baca:

hong mret mret nuli tumungkul ing pratiwi

sambil menjejakkan kaki ke tanah tiga kali tanpa bernafas.

Ingin mempraktekkan ajian ini? Sabar dulu… sebab jangan-jangan sang penghuni rumah sudah memiliki ajian penawar ajian sirep begananda yang bernama Aji Dipa.

Salam. Rahayu.

Ajian seket kalanjana

Bagi para leluhur Jawa yang waskita, memiliki kemampuan melihat alam gaib adalah suatu keharusan.

Para leluhur yang waskita ini adalah mereka yang menggunakan seluruh potensi yang sudah dimiliki sejak awal. Potensi itu berupa rasio/akal, budi, rasa/batin hingga kesadaran ruh. Dengan menggunakan seluruh potensi yang tersedia, maka kita tidak hanya memiliki kecerdasan akal, kecerdasan mental/emosi namun juga kecerdasan spiritual. Semuanya terangkum dalam kata; menjadi orang yang Bijaksana atau Wicaksana.

Di Jawa, kita mengenal sebuah ajian yang sangat langka untuk melihat alam gaib yang dihuni oleh makhluk halus gendruwo, buto ijo dan teman-temannya. Nama ajian itu Aji Suket Kalanjana. Ajian ini adalah untuk mengoptimalkan potensi rasa pangrasa/batin hingga bisa “melihat” apa yang tidak bisa “dilihat” oleh orang lain.

Untuk memiliki ajian ini maka orang harus menjalani laku yang berat yaitu puasa 40 hari, patigeni sehari semalam mulai hari Kamis Kliwon. Mantra dibaca setiap jam 12 malam selama menjalani puasa dan patigeni.

Mantranya sebagai berikut:


“Niat ingsun amatek ajiku si suket kalanjana, aji pengawasan soko sang hyang pramana, byar padhang jumengglang paningalingsun, sakabehing sipat podho katon saking kersaning Allah”

Cara matek aji kalanjana: mantra dibaca dalam hati. Tangan kanan ditempelkan di ulu hati dan tangan kiri diusapkan ke mata 3 x.

Aji tameng waja

Ini ajian dahsyat untuk kekuatan badan dan kekebalan. Tubuh kita akan dilapisi oleh tameng besi baja yang begitu hebat. Saya (wongalus) pada suatu kesempatan tanpa dinyana dan diduga sebelumnya malah mendapatkan khodam ajian ini tanpa laku sebelumnya… ya.. Tuhan Maha Pemberi!

Orang yang menguasai ajian ini tidak akan mempan diserang senjata tajam atau bahkan senjata api sekalipun. Untuk menguasai ajian piandel para pendekar ini tidaklah mudah, sebab diperlukan laku yang sangat berat yaitu sebagai berikut:

Pada awal bulan Muharrom (2 Suro) mulai menjalani puasa 40 hari tanpa putus, puasa ini dilakukan sebanyak 3x bulan Muharrom atau 3 tahun berturut-turut. Selama menjalani puasa, setiap tengah malam habis sholat tahajjud membaca mantra rapalan Ajian tameng waja sebanyak 21x kali pada seember air yang selanjutnya digunakan untuk mandi keramas. Selama menjalani puasa, setiap habis sholat fardhlu (Isya’) dilanjutkan dengan Sholat Sunat dan membaca istighfar sebanyak 1000 x agar jiwa benar-benar bersih dari niat jahat. Berikut rapalan Ajian Tameng Waja:

Bismillahirrohmanirrohiim, Niat Ingsun amatek Aji Tameng Waja Klambiku Wesi Kuning, Sekilan Segemblok Kandhele Ototku Kawat Balungku Wesi Kulitku Tembaga, Dagingku Waja Kep-Karekep Barukut, Kinemulan Waja inten Mekangkang Sacengkal, Sakilan, Sadempu Sakehing braja datan nedasi Mimis bedhil nglumpruk kadi kapuk Tan tumowo ing badanku Saka kersaning Allah,… Ya Qowiyyu, Ya Matiin (3x).

AJIAN WARINGIN SUNGSANG

Ajian Waringin Sungsang ini merupakan salah satu “puncak ilmu” kejadukan/ kanoman/ kanuragan yang dimiliki oleh para pendekar digdaya masa lalu.

Ajian Waringin Sungsang memiliki efek yang sangat mematikan. Siapa yang diserang ajian ini akan terserap energi kesaktiannya dan mengalami lumpuh hingga akhirnya roboh tidak berdaya. Dan dengan memiliki ajian ini muncul energi pertahanan kekuatan tubuh yang sangat hebat. Maka, para pendekar yang memiliki Ajian Waringin Sungsang ini bisa dipastikan akan disegani kawan sesama pendekar maupun musuh.

Ajian Waringin Sungsang diciptakan oleh Sunan Kalijaga. Dia juga menciptakan banyak ilmu kedigdayaan lain seperti aji lembu sekilan dan lainnya. Kenapa Sunan Kalijaga menciptakan ilmu kedigdayaan yang begitu banyak?

Salah satu alasan logisnya yaitu pada masa itu banyak kejahatan dari golongan pendekar yang beraliran ilmu hitam dan banyaknya ahli sihir yang mempraktekkan ilmu-ilmu sihir yang menggunakan kekuatan buruk. Mereka berkuasa dan ditakuti oleh masyarakat awam.

Untuk menaklukkan kalangan pendekar berilmu hitam dan meyakinkan kepada masyarakat umum bahwa sumber kekuatan ilmu kanuragan tetap dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Ini terlihat dari rapal-rapal ilmu kedigdayaan ciptaan Sunan Kalijaga selalu bernuansa religius dan menyertakan “nama” Tuhan.

Ajian Waringin Sungsang memiliki falsafah yang mendalam. Waringin Sungsang berarti pohon beringin yang terbalik dimana akarnya berada di atas, seperti pohon kalpataru. Pohon waringin sungsang ini bermakna sumber kehidupan segala yang ada, sumber kebahagiaan, keagungan, serta sumber asal mula kejadian. Maka pohon ini juga disebut pohon purwaning dumadi atau pohon sangkan paran.

Di dalam waringin sungsang, juga terdapat ular yang melilit pohon tersebut. Ini melambangkan jasmani dan rohani yang telah menyatu dalam perilaku. Maka, seorang pendekar pemilik ilmu waringin sungsang ini adalah orang yang sudah manunggal atau menyatu kehendak lahir dan kehendak batinnya. Ilmu ini hanya dimiliki oleh para pendekar sepuh atau ‘tua’ sehingga tidak digunakan sembarangan karena efeknya yang melumpuhkan.

Pohon berasal dari kayu atau kayon, berasal dari bahasa Arab ‘khayyu’ yang artinya hidup. Dalam ilmu kalam ‘khayyu’ hanya merupakan sifat sejatinya Tuhan. Di dalam Al Quran dinyatakan; “Allahu la illaha illa huwal hayyu qayyum” yang artinya Tidak ada Tuhan melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluknya. (QS, 2, 255).

Karena begitu tingginya falsafah yang terkandung dalam ajian Waringin Sungsang ini, maka hanya kepada para pendekar yang sudah “menyelesaikan” urusan diri sendirilah ilmu ajian ini boleh diwariskan.

Ajian Waringin Sungsang dirapalkan sebagai berikut:

Sun amatek ajiku Waringin Sungsang
wayahipun tumuruna, ngaubi awak mami, tur tinuting bala, pinacak suji kembar, pipitu jajar maripit, asri yen siyang, angker kalane wengi.
Duk samana akempal kumpuling rasa, netraku dadi dingin, netra ningsun emas, puputihe mutyara, ireng-ireng wesi manik, ceploking netra, waliker uda ratih.
Idep ingsun kekencang bang ruruwitan, alisku sarpa mandi, kiwa tengen pisan, cupakku surya kembar, kedepku pan kilat tatit, kang munggeng sirah, wesi kekenten adi.
Rambut kawat sinomku pamor anglayap, batuk sela cendani, kupingku salaka, pilingan ingsun gangsa, irungku wesi duaji, pasu kulewang, pipiku wesi kuning.
Watu item lungguhe ing janggut ingwang, untuku rajeg wesi, lidah wesi abang, aran wesi mangangkang, iduku tawa sakalir, lambeku iya, sela matangkep kalih.
Guluku-ningsun paron wesi galigiran, jaja wesi sadacin, pundak wesi akas, walikat wesi ambal, salangku wesi walulin, bauku denda, sikutku pukul wesi.
Asta criga epek-epek ingsun cakra, cakar wok jempol kalih, panuduh trisula, panunggulku musala, mamanisku supit wesi, jentikku iya, ingaran pasopati.
Bebokongku sela ageng kumalasa, akawet wesi gilig, ebol-ingsun karah, luput denda kang tinja, balubukan entut mami, uyuhku wedang, dakarku purasani.
Jembut kawat gantungaku wesi mentah, walakang wesi gapit, pupu kalataka, sungsum ingsun gagala, ototku gungane wesi, ing dalamkan, ingaran kaos wesi.
Sampun pepak sarira-ningsun sadaya, samya pangawak wesi, pan ratuning braja, manjing aneng sarira, tan ana braja ndatengi, dadya wiyana, ayu sarira mami.
Ana kidung sun-angidung bale anyar, tanpa galar asepi, ninis samun samar, patining wuluh kembang, siwur burut tanpa kancing, kayu trisula, gagarannya calimprit.
Sumur bandung sisirah talaga mancar, tibeng jaja ajail, dinding endas parah, ulur-ulur liweran, tatambang jaringing maling, dadal dadnya, gagulung ing gagapit.
Naga raja pangawasan manik kembang, kembang gubel abaji, tajem neng kandutan, udune sarwi nungsang, kurangsangan angutipil, angajak-ajak.”

pelet belibis putih

Phttp://1.bp.blogspot.com/_Y5fkmbMWN6c/Rt5yKlfCwjI/AAAAAAAAAC4/gpTbPeLbr18/s200/pelt.jpgUntuk menambah wahana kolek pelet pembaca di bawah ini kami tuturkan rahasia pelet Belibis putih tersebut. Tapi kalau ingin mengamalkannya harus sungguh-sungguh dan bertanggung jawab.


Caranya, cari Belibis putih ( Banyak di daerah Ketapang Kalimantan Barat ). yang sedang terbang, tangkap satu. Sipenangkap harus berenang dan bawa menyelam ke dalam air. Kemudian potong dan tampung darahnya di atas daun Randu yang berbuah. Tulis nama korban dengan darah burung tersebut di atas fhotonya, lebih afdol. Lalu baca mantra di bawah ini sebanyak tiga kali, pada kali ketiga usaha dapat membayang wajah yang dituju.

Bismillah 3X
Anak Adam anak Hawa,
darah satu, bersumber ke hati
Maka bersatulah hatimu... ( sebut nama ) dan hatiku.
Rindu dendam pada petang
Seperti Belibis putih pulang berbondong
Sepi senja sepi hatimu duhai putri si hawa
Bismillah kubaca
para arwah bersaksi,
jemput dan putarkan hati si ( sebut nama ) padaku
hari ketujuh satukan hati
hati.. ( nama korban ) dan hatiku.
Berkat doa para penjaga alam gaib.


Setelah mantra di baca maka si pembuat tidak boleh menampakkan muka ke hadapan sang korban selama tiga hari, lalu pada hari ke tujuh datangi dan ajak dia menikah. Tidak boleh dipermainkan.


CUMBUAN SANG ARWAH

Penulis : ANDI AFRIZAL


Sayup-sayup kudengar tangis pilu yang menyayat hati. Semakin lama semakin mengusikku. Kulangkahkan kaki menuju sumber suara itu. Astagfirullah...siapakah gerangan gadis cantik berambut panjang sebahu itu...?

Tiga tahun menumpang hidup di rumah mertua, memaksaku harus berpikir keras. Berpikir bagaimana caranya agar aku mandiri, tidak selalu hidup di rumah mertua.
Ya, aku ingin segera membawa isteriku pindah, meski itu hanya di rumah kontrakan. Kendati keinginan itu pernah ditolak mentah-mentah oleh mertua, namun tekadku sudah bulat. Bagaimana pun aku tetap ngotot ingin mencari rumah kontrakkan.
Begitulah. Setelah berpikir soal rumah kontrakan, sebulan kemudian aku mendapatkan rumah yang kuinginkan. Rumah itu tidak terlalu bagus, namun cukup besar untuk ukuran keluarga kecil. Apalagi, kami belum memiliki seorang anak pun. Maka, tanpa pertimbangan yang macam-macam, rumah itu jadi kukontrak.
"Sebelum ditempati, kamu mesti mengadakan selamatan dulu, Nak. Itu sudah menjadi tradisi yang tidak boleh dilanggar," pesan mertuaku, wanti-wanti.
Memang tak salah jika mertuaku berpesan seperti itu. Soalnya, sejak aku belum resmi menikahi anaknya, aku dikenalnya sebagai menantu yang suka tak percaya dengan hal-hal di luar nalar. Begitu pula soal pesan selamatan itu.
"Insya Allah, Bu!" hanya itu jawabku waktu itu.
Seiring perkembangan waktu, tibalah saatnya aku mulai menempati rumah milik Pak Warno, yang dikontrakan kepada dengan harga relatif murah. Sepeninggal Pak Warno yang seorang duda, praktis rumah itu kosong. Tak pelak, karena dikosongkan selama lebih hampir dua tahun lamanya, keadaan rumahnya sangat kotor. Selain banyak terdapat sarang laba-laba, juga keadaan temboknya sudah banyak yang kusam dan mengelupas.
Niatku, sebelum aku menempati rumah itu, aku akan membersihkannya sendiri. Daripada memberikan uang kepada tukang untuk membersihkannya, mending kubersihkan sendiri saja. Sekalian ngirit, maksudku.
Begitulah, akhirnya pada hari Minggu aku mulai membersihkannya. Sejak pagi aku sudah berangkat ke sana. Dengan membawa peralatan seadanya, kubuka pintu pagarnya. Suara berderit mengiringi terbukanya pagar besi yang telah karatan. Sesaat aku sempat kaget ketika tiba-tiba saja terasa olehku hembusan angin sepoi-sepoi menerpa wajahku. Halus dan hangat kurasakan....
Aku terus melangkahkan kaki dan mulai membuka pintu rumah. Sama seperti ketika aku membuka pagar depan. Begitu pintu terbuka, suara derit seolah mengiringinya. Sepertinya, suara derit pintu itu berasal dari dari gesekan antar karat yang banyak terdapat di engsel daun pintu. Sejauh itu aku hanya berpikir, "Ya, beginilah kalau rumah dibiarkan lama dan tidak dirawat...."
Setalah berpikir seperti itu, hembusan angin kembali menerpa wajahku. Masih tetap seperti yang pertama. Halus dan hangat, kurasakan. Secara spontan aku langsung geleng-geleng kepala begitu tahu keadaan di dalamnya. Meski ada seperangkat kursi tamu yang lengkap, namun debu tebal yang menempel ibaratnya bisa ditanami jagung. Ah, sudahlah... toh bagaimana pun rumah ini jadi kukontrak. Jadi, apapun resikonya aku harus siap menerimanya.
Pertama aku membersihkan semua mebel dengan kain yang kubasahi dengan air. Setelah itu, barulah aku membersihkan temboknya. Satu persatu foto-foto yang terpampang kuturunkan. Mataku agak tertegun ketika hendak menurunkan sebuah foto seorang gadis dengan rambut panjangnya yang sebahu.
"Wuiiih, cantik sekali anak ini. Siapa, ya...? Apakah anak Pak Warno?" Pertanyaan itu terus mengusikku.
Aku pun terus melanjutkan pekerjaanku. Entah, sudah berapa batang rokok yang kuhisap sambil bersih-bersih. Aku juga tak ingat lagi, sudah berapa gelas akur aku minum, kuteguk untuk mengusir rasa haus yang mencekik tenggorokanku. Namun yang pasti, pada akhirnya aku kelelahan. Bisa jadi saking capeknya, secara tak sadar aku tertidur pulas di sofa ruang tamu yang telah kubersihkan itu.
Di saat tidur, antara sadar dan tidak telingaku mendengar suara seseorang mengetuk pintu. Tak hanya, bersamaan dengan ketukan itu aku juga mendengar suara seorang wanita yang memberi salam, "Assalamu'ailakum...!"
"Waalaikumsalam! Ya, silahkan masuk," ujarku membalas suara perempuan di depan pintu. Aku segera bergegas menuju ke arah suara. Begitu pintu kubuka, nampak seorang gadis belia berdiri di depan pintu.
Sesaat lamanya aku tertegun dibuatnya. Seolah tak percaya dengan pandangan mataku. Gadis itu, ya gadis itu..."Ah, cantik sekali!" Hanya itu yang mampu terucap pelan dari bibirku, yang seolah terasa terkunci.
Setelah kupersilahkan masuk, barulah gadis yang mengaku bernama Maharani itu mau masuk ke rumah. Langkah kakinya pelan namun serasi dan penuh wibawa. Sorot matanya sendu, seolah memancarkan kesedihan yang mendalam. Begitu memasuki ruang tamu, dia langsung menatap foto dirinya yang saat itu masih tergeletak di atas meja lantaran baru kubersihkan. Lama sekali dia menatap foto dirinya. Lalu, senyumnya mengembang sarat arti....
"Maafkan, foto itu terpaksa aku turunkan. Kukira kau tidak akan datang kemari," cetusku, coba menyelami perasaannya.
"Ah, mungkin memang foto ini sudah tak pantas menghiasi ruangan ini," ujarnya, getir.
Entah bagaimana mulanya, setelah agak lama mengobrol spontan tercipta suasana akrab di antara kami. Maharani tak lagi merasa sungkan untuk mengambil minuman di dapur. Dengan cekatan tangannya membuka laci kitchen set. Dari sana, diambilnya sebotol selai strawberry dan beberapa potong roti tawar. Lalu, secara perlahan dia mengoleskan selai itu di atas roti tawar.
Tak bisa kupungkiri. Selama berbincang dengan Maharani, terus terang, pikiranku mendadak jadi piktor (pikiran kotor-pen). Sempat pula kubayangkan, bagaimana enaknya bercumbu dengannya. Kulitnya yang putih bersih nampak terawat, dan kecantikan wajahnya sempat membuat jantungku bergetar, bergetar menahan gejolak nafsu....
"Hayo sedang berpikir apa? Aku tahu lo yang sedang Mas pikirkan," ujar Maharani yang secara spontan membuatku kaget.
Setelah mengatakan hal itu, tiba-tiba dia berdiri dan langsung menghampiriku. Yang lebih membuatku kaget, tanpa sungkan dan basa-basi dia langsung mendaratkan ciuman setelah duduk di pangkuanku. Seakan tidak memberiku kesempatan untuk bernafas, Maharani terus mencumbuku.
Untuk beberapa saat lamanya bibir kami saling berpagut. Lama hal itu kami lakukan. Aku sampai tak sadar ketika dengan halus tangan Maharani mulai membuka kancing baju dan celanaku. Pikiranku langsung bagikan melayang, terbang di awang-awang. Semua yang kurasakan terasa begitu indah. Kuakui, Maharani memang piawai dalam memainkan lidahnya.
Bisa jadi, hal itu pula yang membuatku semakin hanyut. Bahkan, secara jujur kuakui, aku semakin tak mampu mengendalikan diri ketika dengan beraninya Maharani menanggalkan semua kain yang membungkus tubuh mulusnya. Dan, astaga! "Maharani, Sayangku!" hanya itu yang mampu terucap dari bibirku.
Belum hilang rasa heran dan keterkejutanku, Maharani langsung menindih tubuhku. Setelah puas melumat bibirku, kini gilirannya menjilati sekujur tubuhku. Aku semakin tak bisa menguasai diri ketika jilatannya semakin berani. Dan, lagi-lagi aku hanya pasrah ketika dia membawaku ke alam nirwana. Bagai mendaki sebuah gunung yang tak pernah ada puncaknya, aku terus dibimbingnya...
Ketika nyaris mencapai puncak kenikmatan itu, tiba-tiba badanku terjatuh. Keringat dingin membasahi sekujur tubuhku. Aku celingukan seperti orang tolol. Aku semakin malu ketika tiba-tiba kudengar suara isteriku, "Mas...Mas, sadar... kenapa sih...?"
Astaghfirullah...! Saat itu aku teramat sangat malu. Bagaimana tidak? Selain isteriku, bapak-ibu mertuaku juga melihatku dalam keadaaan bugil. Masih dengan menahan perasaan malu yang tak tergambarkan, aku mencoba meraih baju dan celanaku. Setelah diberi segelas air putih, barulah secara berangsur-angsur pikiranku kembali normal. Aku pun baru sadar kalau ternyata aku telah diajak bercinta oleh Maharani di alam nun jauh di sana. Ya, mungkin di alam gaib.
Menurut cerita para tetangga kanan-kiri rumah milik almarhum Pak Warno tersebut, Maharani adalah puteri tunggal saudagar kaya pada era tahun 70-an itu. Tanpa sebab yang jelas, gadis itu meninggal. Hal itu pulalah yang membuat isteri Pak Warno sedih hingga akhirnya meninggal. Tak pelak, Pak Warno pun mengalami kesedihan yang sama sama, sehingga memilih hidup sendiri, dan akhirnya pergi meninggalkan rumahnya setelah mengontrakkannya padaku. Karena meninggalnya tak jelas, maka diyakini arwah Maharani sering menampakkan diri. Bahkan, konon kabarnya dia suka menggangu, terutama kaum lelaki. Termasuk diriku? Ah, ada-ada saja...!

CIRIK BARANDANG

Penulis : RUSDI


Inilah kisah mistis tentang ramuan pelet super ampuh yang berasal dari daerah Minangkabau. Seorang gadis yang termakan ramuan ini, hanya dalam waktu 6 jam dijamin langsung minta dinikahi oleh pemuda yang semula dibencinya. Apa rahasia ramuan ini...?

Sama seperti daerah-daerah lainnya di Indonesia, daerah Minangkabau juga menyimpan berbagai macam ilmu gaib. Salah satunya tentang keanekaragaman ilmu pelet, baik berupa jampi-jampi, mantera, atau berupa sarana mistis lainnya. Salah satunya adalah serbuk yang diaduk dengan kopi atau teh manis. Siapa saja, tak peduli pemuda atau gadis, jika termakan ramuan pelet ini akan datang ke rumah orang yang memberikan ramuan tersebut padanya.
Begitu hebatnya serbuk gaib tersebut, sehingga korbannya akan menyerahkan dirinya sambil mengemis, memohon agar dapat diterima cintanya. Bahkan seorang gadis tak segan meminta agar segera dinikahi.
Ilmu pelet dengan media berupa serbuh tersebut di daerah asalnya, Minangkabau, disebut sebagai Cirik Barandang. Seorang gadis atau bujang yang termakan ramuan Cirik Berandang ini dijamin akan mabuk kepayang. Siang hari teringat pada si pembuat ramuan, dan malam harinya akan terbawa dalam mimpi. Bahkan pemuda atau gadis yang memberikan ramuan Cirik Barandang datang dalam mimpi sebagai seorang puteri raja, sang pangeran yang sangat mempesona. Dalam mimpi itu, mereka bukan sekedar bercumbu atau bermesraan. Tapi berhubungan intim hingga mencapai orgasme.
Biasanya, ramuan Cirik Barandang dipergunakan seorang pemuda jika cintanya ditolak mentah-mentah oleh gadis pujaannya. Merasa dihina oleh seorang gadis sombong, bahkan bukan sekedar cinta ditolak, tapi si pemuda juga dicaci maki dengan kata-kata sangat menyakitkan hati.
Karena itu kemudian seorang pemuda datang ke rumah dukun yang mahir membuat ramuan Cirik Barandang. Oleh sang dukun diberikan ramuan racikannya agar ditaburkan dalam teh manis, kopi, jus, atau panganan berupa kue yang akan dimakannya.
Celakanya, ramuan pelet ini tidak hanya digunakan oleh para pemuda yang sakit hati karena ditolak cintanya dan dihina oleh si gadis pujaan. Berdasarkan fakta, para laki-laki tua di Ranah Minang, terutama berlangsung di zaman lampau, banyak juga yang meminta bantuan dukun jika akan menambah isteri berusia gadis belia. Mereka menggunakan Cirik Barandang untuk membuat si gadis mabuk kepayang.
Dengan ramuan Cirik Barandang ini, sang gadis yang semula benci dan menolak mentah-mentah lamaran laki-laki gaek alias bandot tua itu, umumnya akan berubah menjadi tergila-gila, mengemis dan minta dinikahi. Celakanya lagi, karena terbius oleh harta si bandot tua, kebanyakan orang tua gadis justeru bekerja sama untuk ìmengobatiî anak gadisnya agar mau diperisteri, meski bersatatus sebagai isteri kedua, ketiga, atau keempat sekalipun.
Cirik Barandang merupakan sarana pelet yang telah berusia sangat tua, bahkan mungkin sangat langka. Kendati demikian, bukan berarti pemegang ramuan super ampuh ini sepenuhnya punah. Diperkirakan, ada orang-orang tua atau sepuh yang tinggal di pedesaan Minangkabau yang masih menguasai petunjuk pembuatan ramuan pelet ini. Sebagai bukti, beberapa waktu silam Penulis mendapat kesaksian langsung dari satu keluarga, yang anak gadisnya sempat menjadi korban keganasan Cirik Barandang.
Kisah mistis ini dialami oleh seorang gadis cantik dan imut-imut, yang hingga kini masih tercatat sebagai mahasiswa di salah satu universitas swasta di Kota Padang. Ayahnya memang penduduk asli dari Ranah Minang. Ketika lebaran Idul Fitri lalu (sekitar Januari 2006) si gadis ikut mudik bersama kedua orangtuanya, yang kebetulan kampung halamannya terletak di sebuah desa pelosok di Sumbar, tak dinyana gadis malang ini termakan ramuan Cirik Barandang.
Demi menjaga privacy keluarga dimaksud, Penulis sengaja merasahasiakan nama-nama pelaku dalam kisah ini. Jika ada nama pelaku dalam kisah ini sama dengan nama Pembaca Kisah Mistis, di manapun berada, maka itu hanya kebetulan saja. Nah, inilah kisah mistis lengkapnya...:
Sudah sepuluh tahun Sabirin, ayah Bunga, tidak pernah mudik ke kampung halamannya yang terletak di wilayah pelosok Sumbar. Karena rindu yang begitu menggumpan, lebaran tahun lalu, Sabirin bersama seluruh anggota keluarganya pulang kampung.
Acara mudik itu membuat semua anggota keluarga Sabirin begitu bersuka cita. Namun tidak demikian dengan Bunga, anak gadis Sabirin yang tengah tumbuh dewasa. Bagi Bunga, ikut mudik bersama ayahnya merupakan pengalaman sangat tidak menyenangkan. Mengapa?
Diam-diam, Bunga rupanya punya kesan tersendiri terhadap kampung kelahiran ayahnya yang masih kolot memegang petatah-petitih leluhur itu. Setidaknya, pengalaman sepuluh tahun lalu ketika pulang kampung bersama ayah masih terbayang dalam benak gadis kuning langsat ini. Di kampung ayahnya yang kolot itu masih serba pantang. Tidak boleh makan di depan pintu, duduk di atas kursi sementara orang-orang tua di bawah, bahkan pantang bersenandung di malam hari.
Sebagai gadis yang hidup dan dibesarkan di alam yang telah modern, Bunga tidak suka ditegur dan diatur oleh pantangan-pantangan yang baginya omong kosong itu.
Ingat hal tersebut, Bunga sebenarnya malas ikutan mudik. Dia lebih senang tinggal di rumah saja. Tapi karena semuanya ikut, maka dia pun terpaksa ikut juga. Dia tak berani tinggal sendirian di rumah orang tuanya yang besar itu.
"Di kampung ayah, kau tidak boleh berpakaian seperti di kota, Bunga!" Belum-belum ibunya mengingatkan.
"Bunga harus memakai baju kebaya dan memakai jilbab kan, Bu?" Bunga balik bertanya sambil sedikit mencibir.
"Iya! Dan kau harus berkata sopan santun pada setiap orang yang bertemu denganmu," nasihat sang ibu lagi.
"Iya, Bunga mengerti!"
"Ingat, selain itu kau tidak boleh berlaku judes jika ada pemuda setempat menggodamu dan menjahilimu!"
"Memangnya kenapa, Bu?" Bunga balik bertanya. Maklum, hal yang satu ini baru didengarnya. Sewaktu datang pertama kali kampung halaman ayahnya, usia Bunga kala itu memang baru 11 tahun. Jadi, sang ibu tidak merasa perlu menyampaikan pesan ini.
"Jika kau berlaku judes, nanti pemuda itu akan memeletmu. Kau akan tergila-gila padanya dan minta dinikahi. Ingat itu!"
Bunga malah tertawa lucu mendengar nasehat ibunya. "Kalau pemuda itu anak orang kaya apa salahnya, Bu?" candanya sambil menahan tawa.
Sang ibu menarik nafas berat. "Ini serius, Bunga! Pokoknya ibu tidak ingin kau dipelet pemuda di sana!"
"Mengapa ibu begitu cemas sih," balas Bunga. "Kita kan hidup di alam modern, Bu. Ngapain sih kita harus percaya hal-hal semacam itu?"
Ibu Bunga tidak menjawab, tapi hatinya sangat kesal melihat sikap putrinya yang cantik itu. Sebagai ibu, dia merasa wajib untuk mencemaskan Bunga. Karena anak gadisnya itu agak tomboy, maka jika digoda laki-laki dan dia kurang berkenan, maka dia pasti akan membalasnya dengan sikap yang agak keterlaluan. Sudah beberapa kali sang ibu mendengar Bunga membalas lelaki yang menggoda, atau berbuat kurang ajar padanya, dengan makian. Bahkan, Bunga berani menampar wajah laki-laki yang usil menjahilinya.
"Ibu tidak perlu mencemaskan Bunga. Percayalah, Bunga akan mengingat nasehat ibu dan mengindahkan semua nasehat ibu," ujar Bunga seakan coba menenangkan perasaan ibunya. Sang ibu pun menarik nafas lega. Dia berharap Bunga memang akan mematuhi nasehatnya....
***

Hari sudah pukul sembilan pagi, tapi Bunga masih bermalas-malasan di tempat tidur. Udara dingin pegunungan membuatnya malas bangkit dari ranjang. Padahal, bagi warga kampung bangun di pagi hari merupakan suatu keharusan. Terlebih buat anak gadis seperti bunga. Masyarakat menganggap tabu anak gadis tidur hingga siang hari.
Sambil bermalas-malasan di tempat tidur, Bunga mendengar neneknya menceracau karna dia belum juga keluar dari dalam kamar. Suara Upik, saudara sepupunya, yang berusaha membangunkan dirinya tidak membuat Bunga beranjak dari atas ranjang.
Bunga yang bandel itu akhirnya bangun setelah sang nenek bersiap menyiram tubuhnya dengan segayung air. Sambil tertawa-tawa dan berteriak ampun, dia segera lari ke kamar mandi yang terletak di belakang rumah.
Hari itu memang hari Minggu itu, hari pekan di kampung ayahnya. Upik bermaksud mengajak Bunga pergi ke pasar. Karena itulah Bunga mengenakan pakaian yang paling bagus. Dengan baju kebaya panjang khas Minang, penampilan Bunga terlihat sangat feminim. Berulang kali sang nenek memuji penampilan cucu kesayangannya ini.
Sementara itu, di rumah nenek Bunga ada Malin, anak angkat nenek Bunga. Dia anak yatim piatu. Usianya lima tahun lebih tua dari usia Bunga. Tanpa seorang pun tahu, rupanya sejak pandangan pertama diam-diam Malin jatuh hati pada Bunga.
Suatu hari, persisnya minggu kedua Bunga berada di kampung ayahnya, terjadilah suatu peristiwa. Harinya juga hari Minggu, dan seperti Minggu kemarin Upik juga berniat mengajak Bunga jalan-jalan ke pekan.
Karena hari sudah siang dan Bunga seperti biasa belum bangun, tanpa menaruk curiga nenek Bunga menyuruh Malin untuk membangunkan cucu kesayangannya itu. Tentu saja perasaan Malin sangat girang mendapat tugas ini.
"Bunga, bangun hari sudah siang!" Malin mengingatkan sambil menggedor pintu kamar tidur Bunga yang terkunci dari dalam.
Samar-samar Bunga mendengar suara Malin. Namun, dia hanya menggeliat. Hatinya kesal karena tidurnya yang pulas diusik oleh Malin.
"Bunga, Upik menunggumu di ruang tamu!" Kali ini suara Malin agak keras, dan gedoran di pintu kamar juga semakin keras.
"Iya, aku bangun!" Teriak bunga, kesal.
"Lekasan, Upik sudah sedari tadi menunggumu!" Suara Malin semakin meninggi.
"Binatang kamu! Dengar tidak sih, aku akan segera bangun?!" Emosi Bunga jadi meledak. Bergegas dia membuka pintu kamar tidurnya. "Lin, kalau bangunkan orang pakai otak, ya!" Bentaknya di hadapan Malin.
Pemuda dusun itu tertegun sejenak. Wajahnya merah padam. Hatinya terasa nyeleki sebab gadis yang diam-diam dikaguminya menyebut dirinya sebagai binatang dan tak punya otak. Dua kata-kata itu rasanya begitu menyakitkan. Malin menatap wajah Bunga dengan perasaan sakit hati.
"Apa lihat-lihat?!" Bentak Bunga lagi tidak senang dipelototi Malin seperti itu.
Malin terdiam, tapi tatapannya semakin nanar. Bunga rupanya semakin kesal, sehingga secara refleks tangan kanannya menampar wajah anak muda itu.
Malin terdongak menerima tamparan Bunga yang kebetulan adalah gadis pemilik Ban Hitam. Bukannya menyesal, Bunga yang tomboy malah merasa puas hatinya. Dia tak sadar, emosinya ini telah membuatnya lupa pada nasehat ibunya agar jangan berbuat kasar pada pemuda kampung ayahnya.
Tanpa dinyana, perasaan sakit hati Malin pada Bunga menjadi lengkap sudah. Seumur hidupnya baru pertama kali ini dia dihina dan dicaci maki seorang gadis cantik. Lebih menyakitkan lagi, hal itu dilakukan oleh gadis yang diam-diam sangat dia cintai dan kagumi.
Betapa hancur hati Malin, seperti diiris-iris sembilu, dan seperti kaca terempas di batu. Pecah berkeping-keping tanpa harapan untuk merangkainya kembali.
Kejadian pagi itu, sepanjang hari terus saja muncul dalam pikirannya. Malin benar-benar merasa sangat terhina karena disamakan dengan binatang yang tidak punya otak. Dan tamparan itu, sungguh begitu menyakitkan. Bukan wajahnya. Tapi hatinya yang terdalam. Ya, hati yang penuh cinta dan kekaguman itu berubah penuh dengan kebencian.
Tiba-tiba muncul dalam hati Malin niat untuk membalas perlakukan Bunga. ìAku akan membuatnya bertekuk lutut dan mengemis cinta padaku.î Bisik hati Malin.
Malam harinya, selesai shalat Isya di Masjid, Malin mendatangi rumah Datuk Maruhun. Sang Datuk adalah dukun kampung pemilik ilmu pelet Cirik Barandang. Usinya sudah mencapai 75 tahun. Kendati demikian, jangan heran jika dia masih mempunyai isteri yang sebaya dengan usia cucunya, yakni 25 tahun. Hal ini terjadi tentu saja berkat kehebatan ilmu pelet yang dimilikinya.
Di hadapan Datuk Maruhan, Malin berterus terang menceritakan perlakuan kasar Bunga pada dirinya. Sang Datuk merasa sangat kasihan pada Malin. Dia menyanggupi akan membantu Malin untuk membalaskan sakit hatinya.
"Ini ramuan Cirik Barandang. Ingat, bubuk ini harus kau taburkan dalam gelas minumannya," pesan Datuk Maruhun ketika memberikan bungkusan berupa kain putih kecil.
Di dalam bungkusan kain itu tentu saja terdapat serbuk yang telah dibacakan jampi-jampi ramuan Cirik Barandan.
"Terima kasih, Datuk. Ini untuk sekedar membeli gula!" Malin memberikan uang 30 ribu rupaih pada Datuk Maruhan. Laki-laki gaek itu menerimanya dengan senyum.
Singkat cerita, kesempatan menaburkan ramuan pelet Cirik Barandang diperoleh Malin pada hari ketiga setelah dia menerima ramuan sakti tersebut dari tangan Datuk Maruhan. Ketika itu Bunga sedang membuat jus alpukat dalam gelas, dan tanpa dinyana tiba-tiba sang nenek memanggilnya.
Tanpa rasa curiga. Bunga meninggalkan begitu saja jus buahnya di atas meja. Kesempatan ini segera digunakan oleh Malin. Setelah merasa aman, dia menaburkan serbuk Cirik Barandang dalam gelas minuman itu. Setelah selesai mengerjakannya, Malin pun segera pergi.
Setelah menaburkan ramuan Cirik Barandang, Malin sengaja tidak pulang ke rumah orang tua angkatnya. Keluarga nenek Bunga sibuk mencarinya, tapi tidak tahu dimana Malin berada.
Rupanya, reaksi pelet Cirik Berandang sangat cepat sekali. Hanya dalam tempo 6 jam Bunga menjadi tidak sadarkan diri. Aneh, dia menyebut-nyebut nama Malin, bahkan tanpa sadar menyatakan perasaan cintanya. Perasaan rindu ingin bertemu Malin tidak dapat ditahannya lagi.
Dengan merengek-rengek, Bunga meminta Sabirin, ayahnya, agar mencari Malin. Sabirin merasa agak bingung, sementara Bunga terus meminta agar ayahnya segera mencari Malin. Tapi di mana Malin harus dicari? Anak itu seperti hilang ditelan bumi.
Sementara itu, tidak malam tidak siang, Bunga terus bermimpi bersetebuh dengan Malin. Bunga benar-benar merasa sangat tersiksa oleh rindunya. Hampir sepanjang hari dia menyebut-nyebut nama Malin. Bahkan, saat matanya terpejam tak jarang dia merintih-rintih seperti orang yang tengah kenikmatan dalam olah seks. Sementara itu juga mulutnya tak henti menyebut-nyebut nama Malin dengan suara mendesah penuh gairah.
Sabirin, ibu Bunga dan neneknya akhirnya sadar sesuatu yang gaib telah terjadi pada diri Bunga. Atas saran nenek Bunga, Sabirin akhirnya mendatangi rumah Datuk Maruhan. Di hadapan sang Datuk, Sabirin menceritakan keadaan anak gadis yang rupanya telah menjadi korban pelet dari pemuda bernama Malin.
"Anak gadismu termakan ramuan Cirik Berandang!" Kata Datuk Maruhan memberikan penjelasan.
"Siapa yang memberikannya, Datuk?" Tanya Sabirin.
"Siapa lagi kalau bukan pemuda yang disebut-sebut namanya oleh anak gadismu itu."
"Jadi Malin yang melakukannya?"
Datuk Maruhan mengangguk. "Benar, dia datang padaku dan kuberikan ramuan itu. Dia sakit hati karena anak gadismu telah berbuat keterlaluan padanya," jelas Datuk Maruhan. Dia lalu menceritakan bagaimana perlakukan Bunga terhadap Malin.
Sabirin tercenung beberapa saat lamanya. Dia menyesali perbuatan Bunga yang telah melanggar adat kesopanan itu.
"Maafkan anak gadis saya, Datuk. Saya minta dengan sangat agar Datuk sudi menyembuhkannya!" Pinta Sabirin setengah menghiba.
"Baiklah, ini serbuk penawarnya!" Kata Datuk Maruhan. Setelah dibacakan mantera serbuk penawar itu diberikan pada Sabirin.
"Terima kasih Datuk. Ini untuk membeli tembakau," ujar Sarbini menyalami Datuk Maruhun dengan menyelipkan uang 100 ribu. Datuk Maruhan menerimanya dengan tersenyum gembira.
Beberapa saat setelah meminum serbuk penawar, Bunga kembali pada keadaan semula. Dia tidak lagi menyebut-nyebut nama Malin, bahkan dia sangat membencinya setengah mati.
Sabirin dan seluruh keluarga nenek Bunga berusaha mencari Malin, tapi Malin sudah pergi jauh. Malin bersumpah tidak akan menginjak rumah nenek Bunga lagi.
***

Demikianlah kisah mistis tentang kehebatan ramuan pelet Cirik Barandang. Keampuhan media pelet ini sangat sulit ditandangi. Sayangnya, tak mudah mencari informasi mengenai orang tua yang masih memiliki resep ramuan leluhur yang sangat langka ini. Sosok seperti Datuk Maruhan seperti pada kisah ini termasuk manusia yang sangat langka dan sulit ditemukan.
Tidak diperoleh informasi dari bahan apa sajakah sebenarnya ramuan Cirik Barandang ini dibuat. Namun, diperoleh sedikit petunjuk bahwa salah satu bahannya adalah (maaf) ujung kotoran manusia, dalam hal ini si pembuat Cirik Barandang tersebut.
Semoga, ulasan mengenai Cirik Barandang ini dapat menambah wawasan kita tentang ilmu-ilmu gaib yang bertebaran di sekitar kita. Terutama, hal ini penting diketahui oleh kaum Hawa, agar senantiasa berhati-hati dalam bersikap, terutama ketika mereka berada di suatu tempat atau wilayah yang masih kuat memegang tradisi nenek moyang. Ingat pepatah: "Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung."